Berita

Dunia

Badan Mata-mata Korsel Pernah Berupaya Manipulasi Hasil Pilpres 2012

JUMAT, 04 AGUSTUS 2017 | 20:07 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Badan Mata-mata Korea Selatan mengaku pernah berupaya untuk memanipulasi hasil pemilu Presiden 2012 lalu.

Dalam sebuah penyelidikan internal Korea Selatan, ditemukan bahwa ada 30 tim yang bekerja selama lebih dari dua tahun untuk memastikan kandidat konservatif menang dalam pemilu.

Mantan kepala mata-mata Won Sei-hoon saat ini diadili untuk kedua kalinya karena mencoba memanipulasi pemilihan.


Dia dijatuhi hukuman tiga tahun penjara pada tahun 2015. Keyakinan tersebut dibatalkan karena diajukan banding dan pengadilan baru diperintahkan.

Penyelidik di rumah di National Intelligence Service (NIS) mengatakan bahwa agen tersebut telah menyewa pakar internet untuk mencoba mempengaruhi opini publik melalui media sosial.

Operasi tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa pengganti Lee Myung Bak pada saat itu tetap dilanjutkan oleh konservatif lainnya.

Pada pemilu 2012 lalu, Park Geun Hye menang dari Moon Jae In yang liberal dengan selisih kecil.

"Tim bertugas untuk menyebarkan opini pro-pemerintah dan menekan pandangan anti-pemerintah, memberi mereka merek sebagai upaya pasukan pro-Korea Utara untuk mengganggu urusan negara," jelas tim investigasi seperti dimuat BBC.

Dalam investigasi yang sama ditemukan juga bahwa NIS telah mencoba mempengaruhi pemilihan parlemen pada tahun 2011 dan 2012, serta menempatkan beberapa politisi oposisi yang diawasi. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya