Berita

Pemilu di Rwanda/Net

Dunia

Paul Kagame Hampir Pasti Lanjutkan Kekuasaan Di Rwanda

JUMAT, 04 AGUSTUS 2017 | 18:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Warga Rwanda menggunakan hak pilihnya dalam pemilu yang digelar hari ini (Jumat, 4/8). Pemilu tersebut digelar untuk memilih presiden di mana diperkirakan incumbent, Paul Kagame akan menang telak setelah 17 tahun berkuasa.

Paul Kagame pernah kebanjiran pujian setelah memimpin pemulihan ekonomi yang damai dan cepat di negara kecil di Afrika Tengah itu pasca genosida yang terjadi tahun 1994 itu di mana sekitar 800.000 orang Tutsi dan Hutu moderat dibunuh.

Namun kemudian ia menghadapi kecaman karena dugaan dari kritikus dan kelompok HAM yang menyebut adanya pelanggaran HAM yang dilakukan Kagame pada pemberontakan media independen dan penindasan oposisi politik.


Beberapa lawan politik terbunuh setelah mereka melarikan diri ke luar negeri, dalam kasus yang masih belum terpecahkan. Pemerintah membantah terlibat dan kasus tersebut tampaknya tidak berbuat banyak untuk menghalangi posisi domestik Kagame di antara 12 juta warga Rwanda.

Lawan utama Kagame, Frank Habineza menggunakan hak pilihnya di Kigali. Ia mengatakan bahwa kampanyenya telah tertatih-tatih karena tidak dapat bersaing dengan mesin negara.

"Semua struktur negara termasuk partainya, tidak mudah tapi kami juga kuat," katanya seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya