Berita

Prabowo Subianto

Politik

Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Cabut Dukungan Untuk Gerindra dan Prabowo

JUMAT, 04 AGUSTUS 2017 | 15:59 WIB

Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia (APPKSI) mencabut dukungan mereka untuk Partai Gerindra dan Ketua Umumnya Prabowo Subianto.

Sekjen APPKSI, Budi Prawira, menjelaskan bahwa pencabutan dukungan itu karena mereka menilai Partai Gerindra tidak berpihak kepada pimpinannya di APPKSI, Arief Puyuono.

Arief yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut dilaporkan ke polisi oleh organisasi sayap PDI Perjuangan.


"Dimana Sangat jelas Arief Poyuono membela Ketua Umum Gerindra dan marwah Partai Gerindra justru mendapatkan teguran dari Partai Gerindra," sesal Budi dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Jum'at (4/8).

Harus diketahui, lanjut Budi, Arief Puyuono adalah salah satu orang sangat gigih memperjuangkan kaum tani. Khususnya petani sawit plasma di Kalimantan dan Sumatera.

"Bentuk perjuangan adalah menjembatani kepentingan petani sawit pada pemerintah agar hak-hak petani sawit terlindungi, memperjuangkan pungutan ekspor CPO yang salama ini menjadi bancakan para elit, agar bisa di nikmati oleh petani, baik secara langsung maupun tidak langsung, membuka akses pada petani plasma untuk mendapatkan bantuan modal, mengadvokasi petani sawit dalam sengketa lahan dimana kawan kami Arief Poyuono selalu yang membantu kami seperti Para Petani Sawit di Riau yang lahannya diserobot oleh perusahaan sawit raksasa," urainya.

Oleh karena itu, ditegaskannya Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit sangat kecewa dengan tindakan Partai Gerindra atas ketidakadilannya terhadap Arief Poyuono.

"Karena itu, kami akan menyerukan kepada seluruh anggota kami dan kawan2 petani lainnya utk tdk memilih partai Gerindra dan Prabowo Subianto dalam pemilu 2019 nanti," pungkasnya. [zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya