Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Oesman Sapta: Hanura Usung Jokowi Nyapres Di 2019

JUMAT, 04 AGUSTUS 2017 | 11:24 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Oesman Sapta menjelaskan alasan dipilihnya Bali sebagai tempat penyelenggaraan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas)  I Partai Hanura.

"Di Bali ini kehidupan masyarakatnya bisa kita jadikan pelajaran tentang bagaimana kehidupan yant berbhinneka tunggal ika. Kerukunan umat beragama di Bali sangat terjaga, kegiatan ibadah semua umat beragama dijaga keamanannya oleh pecalang yang notabene beragama Hindu," kata Oesman Sapta dalam pidato acara pembukaan Rampinas I Hanura 2017 di hotel The Stone, Legian  Bali,  Jumat (5/8) pagi.
 
Selain itu, kata dia, setiap orang yang berkunjung ke Bali juga tidak pernah ditanya latar suku, agama ataupun golongannya. Selama orang bersangkutan menghormati adat istiadat di maka masyarakat setempat akan menerima dengan hangat dan terbuka.


Pada bagian lain, Oso, panggilan akrab Oesman Sapta, kembali menegaskan bahwa Partai Hanura akan terus berupaya dalam menjaga komitmen dan konsisten atas sikap politiknya.

"Jika dalam momentum Pilpres yang lalu kita adalah partai pengusung Jokowi-JK maka wajib bagi Partai Hanura untuk terus mengawal program-program pembangunan dan Partai Hanura sangat sejalan dengan pikiran Presiden Bapak Jokowi," ujarnya.

Ia juga mendukung langkah pemerintah membubarkan ormas yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

"Pemerintah jangan pernah takut. Bagi Partai Hanura, Pancasila ideologi adalah final dan membubarkan ormas yang menurut Pancasila adalah tindakan yang konstitusional," ucapnya.

Di hadapan Jokowi, Oso pun melaporkan bahwa tadi malam sudah dilakukan pertemuan ketua DPD Hanura seluruh Indonesia. Alhasil, perwakilan daerah Partai Hanura dari 34 provinsi sepakat mencalonkan kembali Jokowi sebagai presiden periode 2019-2024. 

Oso menjamin Hanura sebagai partai yang bergabung dalam koalisi pemerintahan, tidak akan pernah melakukan perbuatan yang bersifat menjegal teman, istilahnya menggunting dalam lipatan.

"Iya dong kalau berteman itu harus tulus ikhlas, tidak boleh ada selingkuh gimana sih? Sebab 250 juta rakyat Indonesia melihat kita," cetus Oso.[wid] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya