Berita

Victor Bungtilu Laiskodat/Net

Politik

Meradang, PKS Ikut Laporkan Victor Ke Polisi Dan MKD DPR

JUMAT, 04 AGUSTUS 2017 | 10:15 WIB | LAPORAN:

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga tidak diterima dituduh pendukung radikalisme dan intoleransi seperti dilontarkan Ketua Fraksi Partai Nasdem, Victor Bungtilu Laiskodat dalam suatu acara baru-baru ini di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam potongan video yang viral sejak tadi malam, ketua Fraksi Nasdem DPR itu menyebut berturut-turut Partai Gerindra, Demokrat, PAN, dan PKS di belakang kelompok ekstrimis Islam. Kelompok yang disampaikan akan membentuk negara khilafah.

Menurutnya, apa yang dikatakan oleh anak buah Surya Paloh itu fitnah belaka. Untuk itu, pihaknya berencana membawa kasus itu ke ranah hukum.


"PKS akan protes dan melakukan langkah-langkah hukum atas fitnah dan tuduhan dusta yang disampaikan secara provokatif tersebut," tegas Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jazuli Juwaini kepada wartawan, Jumat (4/8).

Pelaporan ini akan dilayangkan secepatnya setelah berkoordinasi dengan Ketua Bidang Polhukam DPP PKS, Al Muzamil Yusuf.

"Kayaknya siang ini juga habis Jumat (melaporkan Victor ke polisi)," katanya.

Tak hanya ke kepolisian, Victor juga akan dilaporkan Fraksi PKS ke Mahkamah Kehormatan Dewan(MKD)  DPR.

"Karena itu bukan hanya fitnah tetapi menunjukan, menyebarkan sikap permusuhan yang dismpaikan oleh pemimpin parpol yang menggunakan nama demokrasi. Mentalitas seperti itu sesungguhnya sumber masalah di negri ini," kecamnya.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya