Berita

Victor Laiskodat/net

Politik

Ketua Fraksi Nasdem Disuruh Belajar Etika Politik

JUMAT, 04 AGUSTUS 2017 | 05:21 WIB | LAPORAN:

Pidato Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Victor Laiskodat yang menuding beberapa partai politik seperti Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN mendukung negara khilafah dan intoleran merupakan kesimpulan yang sangat prematur yang sama sekali tidak disertai data dan bukti yang kuat.

Demikian disampaikan pengamat politik Emrus Sihombing saat berbincang dengan redaksi, Kamis (3/8).

"Penyebutan beberapa nama partai tersebut jelas prematur dan tidak berdasar," tegas Emrus.


Selain itu, Emrus juga menilai jika argumentasi yang dikemukakan anak buah Surya Paloh itu sangat lemah dan harus mendapatkan peringatan serius dari pimpinannya.

"Politisi seperti itu justru memposisikan dirinya belum memiliki kematangan komunikasi politik. Bila orang tersebut dari suatu partai politik, seharusnya DPP partai tersebut memberikan tegoran keras," kata Emrus.

Emrus pun memprediksi jika pengurus atau kader keempat partai yang disebut tersebut bisa menuntut agar Victor bisa memberikan dukungan data dan bukti yang valid.

"Bila tidak bisa bisa memberikan data dan bukti yang valid, persoalan ini bisa berlanjut ke proses hukum," tambah Emrus.

Emrus pun menyikapi komunikasi politik yang disampaikan oleh para aktor politik di Indonesia memang sering didapati tidak mengindahkan etika dan moral dalam melakulan komunikasi politik.

"Sudah sangat urgen mereka itu perlu kuliah atau belajar Etika, Moral dan Filsafat Komunikasi ke-Indonesia-an. Kader dan pimpinan partai itu sejatinya menjadi panutan," demikian Emrus.[san]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya