Berita

Duterte/Net

Dunia

Duterte: Filipina Butuh 30 Ribu Pasukan Baru

KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 | 19:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Filipina Rodrigo Duterte meminta anggota parlemen untuk mengeluarkan lebih banyak uang untuk mendanai hingga 30.000 pasukan baru dan polisi yang dianggapnya perlu untuk mengatasi pemberontakan terkait ISIS yang sedang berlangsung di bagian selatan negara tersebut.

"Saya butuh uang dan kami punya banyak biaya untuk berbagi dengan semua orang termasuk perang di sini (di Marawi), saya harus mendanai militer. Saya harus mengatur ulang polisi," kata Duterte pekan ini dalam briefing keamanan di Malacanang Filipina, seperti dikabarkan Russia Today.

"Saya membutuhkan 20.000 tentara baru. Ini sudah habis. Dan polisi, saya memerlukan sekitar 10 batalyon personel yang dilatih oleh Aksi Khusus," sambungnya.


Duterte menambahkan bahwa langkah tersebut perlu diambil mengingat adanya ancaman keamanan baru yang muncul di Mindanao yang lebih besar dari Marawi.

Senator Panfilo Lacson menjelaskan setelah perundingan dengan anggota parlemen bahwa pernyataan Duterte memperhatikan "kebutuhan akan kaki segar" untuk menjaga negara. Karena itulah, Lacson menegaskan bahwa anggota parlemen cenderung mempercepat permintaan Duterte untuk mendapatkan kekuatan tempur tambahan.

"Dia ingin menyampaikan kepada kami bahwa dia membutuhkan 20.000 lebih tentara untuk seluruh Angkatan Bersenjata Filipina," jelasnya.

"Situasi keamanan akan sangat serius jika kita tidak menghadapinya sekarang," sambungnya. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya