Berita

Sarifuddin Sudding/net

Politik

Hanura: Jokowi Boleh Menerima Atau Menolak Dukungan Perindo

KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 | 19:26 WIB | LAPORAN:

Partai Hanura mengomentari langkah Partai Perindo yang menyusul memberi dukungan kepada Presiden Joko Widodo sebagai calon presiden di 2019.

"Saya menilai dukungan Perindo itu sangat baik dan kalau banyak yang mendukung Jokowi dan bisa terpilih lagi maka akan menguatkan hubungan legislatif dan yudikatif," kata Sekjen Partai Hanura, Sarifuddin Sudding, kepada wartawan dalam jumpa pers Rapimnas I Partai Hanura di Pulau Bali, Kamis (3/8).

Dia malah berharap partai yang dibangun Hary Tanoesudibjo itu akan berhasil lolos masuk DPR RI lewat pemilihan legislatif 2019.


Meski begitu, menurut Sudding, Jokowi berhak menentukan sikap menerima atau menolak dukungan politik dari Perindo.

"Presiden punya pertimbangan. Kalau misalnya ada partai politik yang memberikan dukungan, akan dibicarakan dengan calon yang akan diusung. Tidak serta merta parpol mengusung tanpa persetujuan," kata Sudding.

Status tersangka Hary Tanoe dalam perkara dugaan ancaman kepada aparat Kejaksaan Agung juga diyakininya bakal jadi pertimbangan Jokowi.  

"Mempertimbangkan tentang baik dan tidaknya, atau katakanlah membawa suatu dampak ada kasus yang dihadapi (Hary Tanoe)," jelas Sudding.

Anggota DPR RI ini enggan berspekulasi soal maksud dan tujuan Partai Perindo mengubah haluan dari berlawanan menjadi barisan pendukung pemerintah. Ia menyerahkan penjelasan itu sepenuhnya pada Hary Tanoe dan kawan-kawannya di Perindo.

"Saya kira yang paling berhak menjawab itu Perindo sendiri. Apa motivasi memberikan dukungan ke Jokowi. Hanura tidak dalam posisi menjelaskan. Hanura selalu menghormati dan tidak akan melakukan intervensi," pungkas Sudding. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya