Berita

Nicholas Maduro/Net

Global

Presiden Venezuela Bantah Manipulasi Angka Pemilih

KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 | 18:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Venezuela Nicholas Maduro menolak tuduhan manipulasi jumlah pemilih resmi untuk pemilihan majelis konstituen yang berkuasa akhir pekan kemarin.

Dalam pertemuan pertamanya dengan delegasi majelis pada Rabu malam (2/8), Maduro menyebut bahwa dirinya tidak hanya berdiri di atas  hitungan resmi 8 juta lebih suara yang dikumpulkan dalam pemilu akhir pekan kemarin, namun juga mengklaim bahwa harusnya ada 2 juta orang tambahan yang akan memilih jika mereka tidak diblokir oleh pemrotes anti pemerintah.

"Saya kira ada 10 juta orang Venezuela yang keluar (untuk memilih)," jelas Maduro tanpa membeberkan bukti lebih lanjut.


Sebagai informasi, Majelis tersebut diberdayakan untuk menulis ulang konstitusi Venezuela dan, menurut versi Maduro, dibentuk untuk menargetkan lawan-lawannya dan memperkuat sistem sosialis yang didirikan oleh mendiang Hugo Chavez.

Maduro menyerukan pemungutan suara pada bulan Mei lalu setelah berminggu-minggu demonstrasi yang dipicu oleh kemarahan yang meluas mengenai kekurangan pangan, inflasi tiga digit dan tingkat kejahatan tinggi. Kerusuhan tersebut bahkan menyebabkan setidaknya 125 kematian.

Analis independen dan pemimpin oposisi berpendapat bahwa tingkat partisipasi aktual dalam pemilu yang digelar akhir pekan kemarin jauh lebih rendah dari angka yang diumumkan. Hal tersebut memicu munculkan spekulasi bahwa Maduro telah melakukan manipulasi angka pemilih. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya