Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tingkat Kebutaan Global Meningkat Tiga Kali Lipat Pada 2050

KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 | 16:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jumlah orang buta di seluruh dunia diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat dalam empat dekade mendatang.

Merujuk pada laporan terbaru sejumlah peneliti yang dipublikasikan di Lancet Global Health, analisis data dari 188 negara menunjukkan ada lebih dari 200 juta orang dengan gangguan penglihatan moderat hingga berat, bila tidak ada pengobatan atau pendanaan yang lebih baik.

Angka itu diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 550 juta pada tahun 2050.


"Bahkan gangguan penglihatan ringan pun dapat secara signifikan mempengaruhi kehidupan seseorang," kata penulis utama, Prof. Rupert Bourne, dari Universitas Anglia Ruskin.

"Misalnya, mengurangi independensi mereka, karena sering kali orang dilarang mengemudi," tambahnya.

Menurut penelitian tersebut, persentase populasi dunia dengan gangguan penglihatan sebenarnya turun. Namun karena populasi global semakin banyak tumbuh dan semakin banyak orang yang hidup dengan baik sampai usia tua, periset memperkirakan jumlah orang dengan masalah penglihatan akan melonjak dalam beberapa dekade mendatang.

Daerah yang terkena dampak terburuk untuk gangguan penglihatan ada di Asia Selatan dan Timur. Bagian dari sub-Sahara Afrika juga memiliki tingkat kebutaan yang tinggi,

Studi ini mendesak investasi perawatan yang lebih baik, seperti operasi katarak, dan memastikan orang memiliki akses terhadap kacamata penglihatan yang tepat.

"Intervensi memberikan beberapa keuntungan investasi terbesar," kata Prof Rupert Bourne.

"Mereka adalah beberapa intervensi yang paling mudah dilaksanakan di daerah berkembang," jelasnya seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya