Berita

Fadli Zon/Net

Politik

Perindo Dukung Jokowi, Apa Kata Fadli Zon

KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 | 15:56 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon tak mempermasalahkan dukungan yang diberikan oleh Partai Perindo kepada Joko Widodo pada Pilpres 2019 nanti.

Meskipun selama ini hubungan Partai Perindo dengan Partai Gerindra tergolong dekat, dia menegaskan bahwa dukungan partai yang dipimpin oleh Harry Tanoesoedibjo itu bukanlah sebuah pengkhianatan.

"Oh nggak ada (pengkhianatan). Sama sekali ga ada," tegasnya kepada wartawan di gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (3/8).


Lebih lanjut Fadli yang juga wakil ketua DPR menduga ada tekanan dari pemerintah terhadap pihak-pihak yang kontra baik itu menyangkut persoalan hukum atau lainnya.

"Hukum bisa dijadikan satu alat untuk menekan partai politik dan juga sekaligus merangkulnya," ujar Fadli.

Fadli mengingatkan, tekanan samacam itu sangat membahayakan bagi kehidupan berdemokrasi di negeri ini.

Harry Tanoesoedibjo (HT) sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan ancaman lewat SMS kepada Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto. Disinggung kemungkinan ada keterkaitan dukungan Perindo ke Jokowi karena kasus hukum HT, Fadli pun menjawab diplomatis.

"Polanya itu seperti stick and carrot. Kalau tidak nurut dikasih stick kalau mau dikasih carrot. Saya kira ini adalah cara-cara kekuasaan ketimbang cara-cara menegakkan hukum," jelasnya.

Meski begitu, menurut Fadli, sikap politik Perindo termasuk parpol lain dan PDI Perjuangan yang mendukung Jokowi, bisa saja berbalik arah.

"Mereka itu kalau kita lihat proses politik di Indonesia, dalam satu hari aja bisa berubah sikap. belum tentu partai-partai yang mendukung Jokowi nantinya mendukung Jokowi. belum tentu saya katakan. Mereka punya kepentingan yang berbeda-beda pada waktunya. Begitu juga dengan Jokowi yang dapat dukungan 20 persen. Belum tentu. Siapa yang bisa menjamin 100 persen. Siapa yang bisa menjamin PDIP bakal mendukung Pak Jokowi. Siapa yang menjamin maksudnya begitu," urainya.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya