Berita

Pertahanan

Polisi Masih Tahan 5 WNA Pelaku Kejahatan Siber

KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 | 15:10 WIB | LAPORAN:

Polisi masih menahan lima Warga Negara Asing (WNA) yang terlibat jaringan sindikat internasional online fraud. Mereka adalah empat WNA asal Taiwan dan satu orang asal Malaysia.

"Baru 143 yang diterbangkan ke China, sedangkan lima masih dikoordinasikan dengan pihak terkait," ujar Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Hendy Kurniawan di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (3/8).

Saat ini, penyidik masih akan menggali informasi dari lima orang tersebut. Khususnya, untuk mencari tahu kemungkinan ada WNI yang ikut terlibat melancarkan dalam penipuan yang dilakukan komplotan tersebut.


Selain itu, polisi juga masih mencari tahu pemegang paspor milik ratusan tersangka tersebut. Pasalnya, saat dilakukan penggerebekan mayoritas dari mereka tidak mengantongi paspor. Dugaan sementara, paspor mereka dipegang seseorang yang sekaligus menjadi pengendali mereka.

"Mereka (5 orang yang ditahan) masih kita korek siapa yang memegang paspor. Paspor mereka itu yang masih kita kembangkan," pungkas Hendy.

Sebanyak 143 WNA asal Tiongkok dideportasi ke negara asalnya, Kamis pagi. Mereka diangkut dua pesawat terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Tiongkok untuk diproses sesuai hukum negara yang bersangkutan. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya