Berita

Dmitry Medvedev/Net

Dunia

Dmitry Medvedev: Sanksi AS Sama Dengan Deklarasi Perang Dagang Besar

KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 | 14:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sanksi baru yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap Rusia tak ubahnya seperti deklarasi perang dangang skala besar.

Bukan hanya itu, sanksi baru tersebut juga mengakhiri harapan untuk perbaikan hubungan Rusia-AS.

Begitu pernyataan dari Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev  yang ia publikasikan di akun Facebook miliknya.


"Sanksi rezim telah dikodifikasi dan dampaknya akan bertahan selama beberapa dekade, kecuali ada keajaiban," kata Medvedev seperti dimuat BBC.

Ia menilai bahwa langkah tersebut, yang ditandatangani oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menunjukkan impotensi yang lengkap dari Trump yang menurutnya telah dipermalukan oleh Kongres.

Langkah itu diketahui bertujuan untuk menghukum Rusia karena tuduhan mencampuri pemilihan 2016 AS dan tindakannya di Ukraina.

Sanksi itu termasuk membatasi jumlah uang yang bisa diinvestasikan orang Amerika dalam proyek energi Rusia, dan membuat lebih sulit bagi perusahaan AS untuk melakukan bisnis dengan Rusia.

Menanggapi sanksi yang dijatuhkan AS, Moskow awal pekan ini memerintahkan AS untuk menarik 755 staf diplomatik di Rusia karena dinilai jumlah staff yang ada di Moskow terlalu banyak. Rusia memerintahkan AS menyusutkan jumlah staf diplomatiknya menjadi 455 orang, sama dengan jumlah staf diplomatik Rusia di AS.

Sejumlah negara di Eropa, termasuk Jerman khawatir bahwa sanksi dari AS akan berimbas pada sektor ekonomi. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya