Berita

Arief Poyuono

Politik

Demi Arief Poyuono, Koalisi Buruh Cabut Dukungan untuk Prabowo dan Gerindra

KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 | 06:39 WIB | LAPORAN:

Koalisi Buruh Bersatu Nasional (KSBN) menarik dukungan dari Partai Gerindra dan Ketua Umum-nya, Prabowo Subianto pada Pemilihan Umum 2019 nanti.

KSBN merupakan aliansi dari Gabungan Serikat Buruh Mandiri Indonesia (GSBMI),  Federasi Serikat Pekerja BUMN (FSP BUMN) Bersatu, FSPTN, Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (FSP BUN), Gabungan Solidaritas SerikatPekerja (GSPP), Federasi Serikat Pekerja (FSP) Mandiri, Federasi Serikat Buruh Tambang, Pengurus Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit (APPKSI), Serikat Pengemudi Truk Nasional (SPTN), dan Federasi Serikat Buruh Perkapalan (FSB-Perkapalan).

Kordinator KSBN, Tri Sasono mengatakan bahwa sikap itu diambil karena mereka menilai Prabowo Subianto bersama Partai Gerindra sama sekali tidak melakukan pembelaan terhadap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyuono, yang sudah dilaporkan ke polisi. Padahal Arief membela Sang Ketua Umum Prabowo Subianto.


Berikut sikap resmi KSBN:

Dengan Hormat

Bersama ini kami dari Koalisi Buruh Bersatu Nasional menyatakan keprihatinan atas lepastangannya Gerindra terhadap polemik PDIP -Arief Poyuono. Dimana Arief Poyuono merupakan Tokoh Buruh yang Sangat kami andalkan dalam perjuangan kami selama ini, telah di Khianati oleh Partai Gerindra terkait Pernyataan Arief Poyuono yang membela marwah partai dan Ketua Umum Gerindra yang di kritik dan dibully oleh Sekjen PDI Perjuangan akibat pernyataan Prabowo di Cikeas yang mengatakan UU Pemilu adalah lelucon politik dan nipu rakyat.

Dengan ini kami sampaikan beberapa Hal:

1. Bahwa nyata benar Partai Gerindra tidak membela Tokoh Buruh kami yang selama ini selalu membela dan memperjuangkan kami.

2. Makin sangat jelas Partai Gerindra pun tidak melakukan advokasi kepada kawan-kawan buruh saat dikriminalisasi oleh pemerintahan Joko Widodo pada aksi tolak PP 78 Oktober 2015, hingga kawan-kawan kami menghadapi Persidangan. Dan Arief Poyuono justru banyak membantu dan mendukung untuk kebebasan kami, kawan-kawan kami di PN Jakarta Pusat.

3. Kami saat Pemilu 2014 dan Pilpres 2014 secara jelas dan nyata memberikan dukungan penuh pada Gerindra dan Prabowo dikarenakan himbauan dan konsolidasi yang dilakukan oleh Arief Poyuono. Dan mulai Hari ini dengan melihat ketidakberpihakan Prabowo dan Gerindra kepada Arief Poyuono selaku kawan kami dan pejuang kami, maka kami menarik semua dukungan dari Partai Gerindra Dan Prabowo.

4. Kami serukan pada kawan-kawan buruh seluruh Indonesia untuk tidak lagi mendukung dan memilih Gerindra dan Prabowo pada Pemilu 2019.

Demikian himbauan kami sampaikan kepada kawan-kawan buruh.

Hidup Buruh, Buruh Bersatu Cabut dukungan dari Gerindra Dan Prabowo

Tri Sasono
Kordinator KSBN

Sikap KSBN ini merupakan reaksi dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang mengatakan bahwa apa yang dilontarkan oleh Arief Poyuono harus dipertanggung jawabkan secara pribadi.

"Ya itu bukan urusan kita ya," kata Fadli menanggapi oganisasi sayap PDI Perjuangan, Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) yang mempolisikan Arief Puyuono.

Fadli bahkan memastikan bahwa Mahkamah Partai akan segera memanggil Arief untuk dimintai keterangannya.

"Yang bersangkutan akan dipanggil terkait dengan pertanggungjawaban apa yang diucapkannya," tukas Fadli.[zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya