Berita

Said Aqil/RMOL

Politik

Said Aqil: Warga Muslim Internasional Sedang Melirik Islam Indonesia

KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 | 02:30 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj, menghadiri Halal bi Halal dengan warga muslim dan Nahdliyyin Hong Kong. Agenda yang digelar di Aula BNI Hong Kong itu diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) HongKong.  

Kiai Said memberi arahan dan tausyiah tentang Islam Nusantara, di tengah perspektif politik dan geostrategis global. Menurut dia, saat ini, warga muslim di seluruh dunia sedang mencari referensi beragama yang tepat, berislam yang ramah dan moderat.

"Setelah konflik di Timur Tengah dan kondisi politik Turki yang tidak stabil, warga muslim internasional sedang melirik Islam di Indonesia," terang Kiai Said melalui keterangan tertulis kepada redaksi, Rabu (2/8).


Menurut Kiai Said, Indonesia memiliki warisan nilai dan tradisi ke-Islaman yang demikian istimewa. Islam Nusantara dengan segenap karakter dan pengetahuannya, menjadi referensi dalam berislam.

Kiai Said mengajak segenap warga muslim Indonesia, baik yang berada di tanah air, maupun yang sedang di berbagai negara, untuk tetap menjalin persaudaraan dan menguatkan tali silaturahmi. Kiai Said juga menyampaikan pentingnya menjaga tradisi keislaman, sebagai khazanah budaya dan pengetahuan yang menjadi penguat beragama, serta media dakwah yang santun dan ramah.

"Sebagai warga muslim, kita wajib menjaga persaudaraan. Sesungguhnya setiap warga muslim itu saudara, apalagi sesama muslim dari Indonesia, sesama pengamal Islam Nusantara," jelas Kiai Said.

Kiai Said juga mengajak kepada seluruh warga muslim Indonesia yang sedang di Hong Kong, untuk menjadi Duta Islam Nusantara.

"Kita perlu memberi contoh ber-Islam yang santun, beragama yang ramah. Bukan menjadi bagian kelompok teror yang bertentangan dengan Islam. Muslim yang santun, yang ramah, menjadi Duta dari Islam Nusantara," pinta Kiai Said.

Kiai Said juga mengungkapkan duka mendalam atas konflik yang terjadi di Jerussalem, yang menyebabkan beberapa orang terluka dan memicu konflik di beberapa kawasan. Mengenai insiden di kawasan al-Aqsha Jerussalem itu, PBNU telah meminta Pemerintah Indonesia untuk bersikap dalam kapasitasnya di politik internasional.

"PBNU memberi dukungan kepada muslim Palestina untuk mendapatkan hak dan kebebasan beribadah di kawasan al-Aqsha, semoga menjadi pertimbangan oleh pemerintah Israel. Syukur sekarang suhu politik sudah mereda," jelas Kiai Said.

Setelah acara Halal bi Halal, Kiai Said meresmikan mushala dan sekretariat PCI NU yang terletak di jantung kota Hong Kong.

"Semoga perjuangan teman-teman NU di sini (Hongkong, red) selalu diberi kekuatan dan semoga mendapat balasan yang berlipat ganda," ujar Kiai Said.

Dalam safari dakwahnya, Kiai Said didampingi Ketua PP Muslimat NU Nurhayati, Ketua Umum PP Pagar Nusa Nabil Haroen dan pengurus PCINU Hong Kong, serta beberapa pejabat dari Konjen RI di Hong Kong dan pejabat pemerintahan dan tokoh muslim setempat, Ustadz Abdul Muhaemin Karim.[san]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya