Berita

Kemensos-KBFP/RMOL

Politik

Sosialisasi KKS dan E-Warung, Khofifah: Pemerintah Lakukan Revolusi Kepemimpinan

KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 | 02:18 WIB | LAPORAN:

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) merupakan kartu pertama di dunia yang mengintegrasikan bantuan sosial dan subsidi yang memiliki fitur saving account dan E-warung.

Hal itu disampaikan Mensos di hadapan 50 pemuda yang menjadi peserta Sekolah Pemimpin Muda Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) di Taman Makam Pahlaman (TMP) Utama, Kalibata Jakarta, Rabu (2/8).

Landasan dikeluarkannya kebijakan ini, menurut Khofifah, adalah untuk membangun kesetaraan perlakuan bagi masyarakat, terutama masyarakat yang kurang mampu.


“Program ini saya usulkan untuk masuk ke dalam pidato Presiden (17 Agustus). Karena ini (KKS) merupakan  format pertama di dunia menurut World Bank,” kata Khofifah.

Menurutnya, setiap turun ke daerah dirinya selalu memotivasi masyarakat bahwa setiap warga negara memiliki hak dan posisi yang sama di negeri ini.

"Pemerintah tengah melakukan revolusi kepemimpinan, revolusi kebijakan dan pemberdayaan melalui program E-Warung. Masyarakat di daerah yang selama ini minder, mengalami ketidaksetaraan perlakuan, melalui program ini harus naik kelas menjadi warga yang melek teknologi yang bisa me-manage komunitas," tegas Khofifah.

Khofifah menjelaskan E-Warung kini baru ada di 44 kota. Tahun 2018 nanti, Khofifay optimis akan menyasar 98 kota dan 300 kabupaten.

"Dulu warga yang ngomong pun ga berani, kini Komandan e-warung harus memanage 500-1.000 anggota penerima program, yang gaptek harus melek teknologi, harus bisa mengaplikasikan android, harus berkomunikasi dengan pimpinan cabang bank,”papar Khofifah.

Pemerintah memang mengolaborasikan penyaluran dana bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dengan layanan warung non tunai atau E-Warung agar penyaluran bantuan bisa lebih efektif dan efesien.

Dengan begitu, bantuan pemerintah tidak lagi disalurkan ke masyarakat dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa bantuan bahan pokok. Beberapa kebutuhan pokok yang bisa didapatkan oleh masyarakat di e-warung yakni beras, gula, minyak goreng, dan tepung.

"Riset Kemensos menunjukkan, masih banyak masyarakat miskin yang tetap tidak mampu membeli bahan kebutuhan pokok seperti beras meski sudah disubsidi oleh pemerintah," demikian Khofifah.[san]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya