Berita

BNPT-Selandia Baru/RMOL

Pertahanan

Indonesia Dan Selandia Baru Punya Cara Yang Sama Dekati Kelompok Radikal

KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 | 02:08 WIB | LAPORAN:

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius menerima kunjungan kerja Assistant Commissioner for International and National Security Selandia Baru, Michael Pannet, dalam rangka membicarakan masalah penanggulangan terorisme di masing-masing negara.

“Maksud pihak Selandia Baru ini untuk berkunjung ke BNPT tentunya untuk saling bantu membantu dan sharing informasi terhadap  masalah pola penanganan terorisme dan pencegahannya,” ujar Suhardi usai melakukan pertemuan di kantor BNPT, Jakarta, Rabu (2/8).
 
Lebih lanjut Suhardi menjelaskan bahwa di dalam pertemuan tersebut pihaknya dan Selandia Baru juga saling bertukar pengalaman mengenai penanggulangan terorisme di masing-masing negara, termasuk bagaimana cara menghadapi Foreign Terrorist Fighters (FTF) yang selama ini menjadi ancaman serius bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara.


“Dan tentunya dari pembicaraan tersebut terdapat beberapa kemiripan pandangan dan praktek yang dilakukan oleh negara kita dan Selandia Baru dalam mengaplikasikan pola pendekatan lunak terhadap keluarga dekat dari kelompok radikal. Termasuk program-program deradikalisasi yang kita lakukan selama ini seperti membangun masjid dan sebagainya,” kata mantan Kabareskrim Polri ini.

Untuk itu menurut mantan Kapolda Jawa Barat ini, dengan melihat tingginya ancaman terorisme baik di Indonesia dan Selandia Baru tersebut maka kedua negara sepakat untuk saling bantu membantu dalam masalah penanggulangan terorisme.

“Untuk itu kita sepakat untuk bersama-sama saling memberikan informasi dan menyampaikan  upaya-upaya apa yang kiranya diperlukan dalam upaya penanggulangan terorisme termasuk upaya pencegahannya,” kata lulusan Akpol tahun 1985 ini.         

Pihak Kedubes Selandia Baru pun menurut mantan Kadiv Humas Polri ini juga menyampaikan penghargaan atas terlaksananya pertemuan lintas 6 negara, Sub Regional Meeting Foreign Terrorist Fighters and Cross Border Terrorism di Manado pada Sabtu (29/7) lalu yang juga dihadiri oleh Kepala BNPT beserta jajaran pejabat BNPT lainya dapat terlaksana dengan baik.

“Mereka juga menyampaikan bahwa pertemuan tersebut sangat memberikan masukan berarti bagi mereka (Selandia Baru) dan negara-negara peserta lainnya. Karena di pertemuan tersebut kita membahas semuanya, baik bagaimana cara mengantisipasi FTF, penanganan terhadap kontra narasi, penegakan hukum dan sebagainya,” kata mantan Wakapolda Metro Jaya ini.

Seperti diketahui, pertemuan lintas 6 negara tersebut selain dihadiri Indonesia sebagai tuan rumah juga dihadiri negara Malaysia, Filipina, Brunei Darusalam, Autralia dan Selandia Baru.[san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya