Berita

Tolak Impor Garam/RMOL

Hukum

Pendemo: Mendag Mafia, Menteri KKP Gagal Lindungi Petani Garam

KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 | 00:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kebijakan membuka keran impor garam menuai penolakan. Sejumlah pemuda dari Madura menggelar aksi penolakan terhadap kebijakan itu di depan gedung Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rabu (2/8).

"Keputusan Menteri Perdagangan (Mendag) untuk impor garam sungguh menyakitkan bagi para petani garam kita. Alasan garam langka hanya dibuat-buat. Sejak kapan garam langka? Di sentra-sentra garam pulau Madura, lombok dan Cirebon, justru garam petani belum terserap," kata Koordinator Aksi Front Pemuda Madura Asip Irama di sela aksi.

Dia menuding Mendag Enggartiasto Lukita tak berpihak pada kepentingan para petani garam dan malah menjadi sales importir garam.


"Mendag sudah menjadi fasilitator kejayaan mafia garam. Ia berdarah dingin membunuh nasib petani garam. Kami curiga ada cipta kondisi yang didukung mafia pangan untuk membuat garam langka. Masuknya garam impor, sama saja kemenangan bagi para mafia garam," seru Asip.

Protes keras juga disampaikan terhadap Menteri KKP Susi Pudjiastuti. Menurut mereka, menteri lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu gagal melindungi nasib petani garam.

"Menteri Susi tak lebih baik dari menteri-menteri sebelumya. Jika menteri KKP sebelumnya tegas menolak impor garam dan petani terlindungi, justeru di tangan Susi petani garam hancur," kata Asip.

Dia mengeluhkan Menteri Susi dan bawahannya tak pernah memegang data akurat berapa kebutuhan garam dalam negeri, serta tak punya program prioritas untuk membina petani garam.

"Sejak jadi menteri, Susi lebih banyak pencitraan dengan bakar-bakar kapal. Tapi saat bersamaan dia memberikan rekomendasi kepada Mendag untuk impor garam. Sama saja Susi memberi karpet merah pada mafia garam untuk berpesta," sambung dia.

Dirut PT Garam Doly Pulungan dianggap peserta demo punya jejak hitam dibalik importasi garam.

Asip mengaku mendapat informasi akurat, saat baru diangkat menjadi Dirut BUMN garam mengadakan pertemuan tertutup di sebuah hotel di Surabaya dengan perusahaan-perusahaan calon importir garam. Pertemuan ini menegaskan adanya cipta kondisi kelangkaan garam menuju impor dengan alasan yang dibuat-buat.

Demikian juga Direktur Produksi PT. Garam, menurut Asip, telah gagal produksi garam dan gagal pula PT. Garam menjadi perusahaan penyangga kebutuhan garam nasional.

"Kedua orang ini bertanggung jawab turut serta menghina petani. Dirut garam layak dinobatkan sebagai boneka mafia dengan nama tenar pernah disebut dalam release Panama Papers. Pecat Dirut dan Direktur Produksi PT Garam," seru dia.[san]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya