Berita

Politik

Masinton: KPK, Komisi Paling Kuasa

RABU, 02 AGUSTUS 2017 | 15:19 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Pansus KPK, Masinton Pasaribu menekankan bahwa keberadaan Pansus KPK murni untuk menjadikan komisi anti rasuah itu bekerja sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

"KPK harus patuh pada perundang-undangan," tegasnya dalam Dielektika Demokrasi dengan tema "Pansus KPK dan pemberantasan Korupsi" di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/8).

Namun demikian, selama ini menurut dia, KPK selalu merasa benar. Sesuai dengan keterangan para saksi yang dihadirkan di Pansus, KPK ternyata banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran undang-undang.


"KPK jadi kepeleset namanya, jadi Komisi Paling Kuasa," sesalnya.

"Dipanggil DPR ga mau, diawasi ga mau, giliran bahas anggaran merengek-rengek ke komisi III, giliran bahas anggaran disiplin," ketusnya.

Lebih lanjut politisi PDI Perjuangan ini mengeluh. Dimana tidak sedikit pihak yang menganggap mereka telah mengada-ada dan selalu mencari-cari kesalahan KPK. Padahal kata dia, informasi tentang itu sudah dikantongi DPR sejak lama.

"Apa yang mengada-ada, masalahnya ada. Barangnya ada. Pansus angket ini juga punya komitmen tinggi terhadap anti korupsi. Ini cerita lama semua kok. Bukan cerita baru," tegasnya.[zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya