Berita

Megawati/Net

Politik

Megawati Tidak Level Tangani Sekelas Areif Pouyono

RABU, 02 AGUSTUS 2017 | 14:39 WIB | LAPORAN:

. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah partai politik beridiologi Pancasila dan sama sekali tidak berkaitannya dengan komunis atau Partai Komunis Indonesia (PKI).

Demikian ditegaskan Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu menanggapi omongan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono yang menyamakan PDIP dengan PKI.

Menurut Masinton, omongan seperti Arief Pouyono tersebut merupakan pernyataan orang yang tidak paham sejarah.


"PDI Perjuangan itu bukan beridiologi komunis. Jadi orang orang yang menuduh itu tidak punya basis argumentasi dan tidak paham sejarah bangsa kita," jelas dia Demikian di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (2/8).

Menurut anggota Komisi III DPR ini, hubungan PDIP dan Gerindra masih baik-baik saja.

Adapaun Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, lanjut Masinton, sepenuhnya mempercayakan "penanganan" Areif Pouyono kepada para kader partai.

"Ibu ketum, Ibu Megawati tidak mau ngurusin hal-hal seperti ini. Ini diserahkan kepada kader," ujarnya.

Dijelaskan Masinton, kejadian seperti ini merupakan hal wajar yang dialamatkan kepada PDIP menjelang gelaran politik.

"Ya biasa isunya PKI, nanti anti Islam, itu saja digoreng-goreng. Kan tergantung order," pungkasnya. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya