Berita

Relawan Anies-Sandi/net

Politik

Relawan Minta Jabatan Sekda Diisi Kader PKS, JAMAN DKI: Sungguh Luar Biasa

RABU, 02 AGUSTUS 2017 | 06:05 WIB | LAPORAN:

Relawan Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) meminta kepada pasangan terpilih Anis Baswedan dan Sandiaga Uno setelah pelantikan pada Oktober 2017 nanti agar merombak birokrasi Pemerintahan DKI Jakarta.

Relawan Katar merupakan salah satu relawan yang turut serta memenangkan Anis-Sandi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Ketua Relawan Katar Sugiyanto menyatakan, jabatan yang pertama kali harus diganti adalah Sekretaris Daerah (Sekda) DKI yang kini dijabat oleh Saifullah. Ia juga menilai bahwa jabatan Sekda seharusnya diberikan kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang merupakan salah satu partai pengusung Anis-Sandi.

Menanggapi hal itu, Ketua Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) DKI Jakarta, Bastian, menilai bahwa tidak sepantasnya relawan maupun partai pengusung meminta kepada pasangan yang diusungnya. Apalagi, jabatan yang diminta adalah Sekda.


Menurutnya, jabatan tersebut merupakan jabatan yang dipegang oleh seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

“Sekda kan harus dijabat oleh PNS, tidak bisa diisi oleh orang partai, apakah PNS bisa berpartai, ini sungguh luar biasa,” tambah Bastian melalui keterangan tertulis kepada redaksi, Selasa (1/8).

Bastian menjabarkan, dalam Pasal 9 ayat (2) UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Aparatur Sipil Negara (ASN) menyebutkan bahwa pegawai ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik (parpol).

“Mungkinkah PNS yang dimaksud itu masuk jadi anggota parpol secara diam-diam,” sindirnya.

Bastian mengingatkan, Gubernur dan Wakil Gubernur tidak bisa mengangkat Sekda dan jabatan kedinasan lainnya berdasarkan politik transaksional yang membagi-bagikan jabatan birokrasi kepada partai pengusung dan relawan.

“Sekda dan Kepala Dinas tidak sama dengan menteri,” sanggahnya.

Bastian juga meminta kepada Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo untuk memerhatikan dan bertindak atas kejadian tersebut.

“Kami minta tolong Pak Tjahyo untuk diperhatikan dan dalami masalah ini, sungguh tidak masuk akal,” demikian Bastian.[san]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya