Berita

Ilustrasi/BBC

Dunia

Angka Kelahiran Bayi Di Korea Selatan Merosot Tahun Ini

SENIN, 31 JULI 2017 | 14:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pertumbuhan populasi Korea Selatan tahun ini akan menjadi angka yang terendak yang pernah tercatat di neger ginseng tersebut.

Pasalnya, menurut catatan pemerintah Korea Selatan, tahun ini, jumlah bayi yang sudah dan akan lahir adalah sekitar 360.000 bayi. Ini adalah kali pertama Korea Selatan melihat angka kelahiran turun di bawah 400.000.

Angka itu memicu kekhawatiran rendahnya angka kelahiran akan berimbas pada perekonomian di masa depan. Tingkat kelahiran yang rendah berpotensi mengurangi jumlah orang dalam angkatan kerja dan meningkatkan biaya kesejahteraan bagi peningkatan populasi orang tua, yang merongrong potensi pertumbuhan ekonomi.


Pemerintah Korea Selatan menyebut bahwa penurunan angka tersebut disebabkan karen tingginya angka pengangguran muda.

Sedangkan di kalangan masyarakat muda Korea Selatan, sejumlah hal yang menyebabkan mereka enggan memiliki anak dalam waktu dekat adalah karena meningkatnya biaya kehidupan, termasuk harga beli atau sewa rumah dan apartemen dan meningkatnya biaya pendidikan.

Wanita Muda Korea Selatan memiliki kekhawatiran lebih tinggi, terutama soal adanya kebijakan cuti hamil yang lemah dan perlawanan keras oleh laki-laki untuk membantu pekerjaan rumah tangga,

Pemerintah Korea Selatan sendiri telah menggelontorkan dana sekitar 70 miliar dolar AS untuk mencoba mendongkrak angka kelahiran yang mengalami tren penurunan. Dana itu dialokasikan untuk bonus bagi bayi yang baru lahir, memperbaiki cuti bagi ayah dan membayar perawatan tanpa infertilitas. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya