Berita

JICT/Net

Nusantara

Geram BUMN Heran Dengan Ancaman Mogok Pekerja JICT

MINGGU, 30 JULI 2017 | 17:08 WIB | LAPORAN:

Aksi mogok kerja yang akan digelar pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) pada tanggal 3 hingga 10 Agustus nanti cukup mengagetkan.

Pasalnya, upah yang diterima pekerja JICT sangat jauh dari di atas Upah Minimum Provinsi (UMP), bahkan bisa dikategorikan sebagai yang tertinggi di Indonesia. Namun begitu, mereka masih tidak puas. Hingga mengancam akan menggelar demo lantaran keinginannya tidak dituruti.

"Yang membuat kami kaget dan tak habis pikir dengan upah sebesar itu (cash dan non cash) mereka masih saja kurang dan bahkan akan mogok kerja 3 hingga10 Agustus karena kemauannya tak dituruti oleh perusahaan", kata Koordinator Gerakan Antimanipulasi (Geram) BUMN, Andianto kepada wartawan di Jakarta, Minggu (30/7).


Menurutnya, para pekerja JICT sudah mendapat bonus sesuai Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Namun masih saja menuntut tambahan bonus yang tidak pernah dijanjikan pihak perusahaan.  

"Mereka selanjutnya menuntut kenaikan 100 persen lebih kesejahteraan pada Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan menuntut dana Program Tabungan Investasi (PTI) dicairkan padahal tak memenuhi syarat yang disepakati bersama," lanjutnya.

"Lebih baik mereka mengurungkan niatnya dan memberi kontribusi positif demi menjaga ekonomi nasional berjalan dengan optimal," tutupnya.

Lebih lanjut, Andianto mengungkapkan bahwa upah terendah untuk junior staff di JICT mencapai lebih dari Rp 35 juta per bulan. Sementara untuk level senior manager lebih fantastis lagi Rp 133 juta rupiah per bulan atau Rp 1,6 miliar per tahun di luar non cash.

"Selain data gaji yang sudah beredar luas, dapat dilihat juga pada demonstrasi para pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja JICT (SP JICT) ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 27 Juli 2017. Terlihat mobil mewah Alphard digunakan dan ditumpangi oleh beberapa anggotanya yang ikut berdemo. Terlihat pula ada beberapa pekerja yang menggunakan ponsel dan tas seharga belasan juta rupiah," jelasnya. [ian]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya