Berita

Kebut Bangung Jalan Lintas Selatan Jawa/PUPR

Advertorial

Selain Tambah Jalan Tol Baru, Jalan Lintas Selatan Pulau Jawa Terus Dipercepat

JUMAT, 28 JULI 2017 | 18:35 WIB | LAPORAN:

Selain terus menambah panjang jalan tol baru, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah menyelesaikan pembangunan jalan lintas pantai selatan (Pansela) Jawa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Selatan Jawa.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan, pembangunan Jalan Pansela ini merupakan salah satu prioritas dalam peningkatan konektivitas antar wilayah.

Panjang jalan Pansela secara keseluruhan mulai dari Provinsi Banten hingga Jawa Timur adalah 1.604 kilometer (km). Saat ini Kementerian PUPR akan melakukan lelang pembangunan sebagian ruas jalan Pansela Jawa sepanjang 90 km dari Jawa Tengah ke Yogyakarta Terkait pembiayaan pembangunan jalan tersebut.


Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto mengatakan bahwa proyek ini didanai oleh pinjaman dari Islamic Development Bank (IDB) senilai US$250 juta atau Rp 3,2 triliun.

Dibangunnya Jalan Pansela ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan dengan kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura) yang lebih maju, mengikuti perencanaan dan pemrograman dalam Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) 12 Yogyakarta – Prigi – Blitar – Malang untuk mendukung kawasan-kawasan produktif, khususnya pariwisata, perkebunan dan industri maritim.

Di tempat terpisah, dimana pembangunan infrastruktur dibangun terpadu dengan pengembangan kawasan produktif di Pansela, seperti kawasan pemerintah, pertanian, dan maritim,  Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Ketut Dharmawahana mengatakan Jalan Pansela Jawa Timur progres fisiknya telah mencapai 70 persen (456 km) dari total panjang  676 km.

Saat ini kata Ketut Kementerian PUPR tengah melakukan perbaikan desain geometri karena kontur yang dilalui berliku dan curam. Penyelesaian sisa pembangunan jalan Pansela sepanjang 220 km dan jembatan sepanjang 8.300 meter yang tersebar di Jawa Timur membutuhkan anggaran sebesar Rp 6 triliun.

"Biaya pembangunan jalan Pansela Jatim cenderung bertambah, dulu membutuhkan biaya sebesar RP 7 triliun, dihitung sekarang dibutuhkan hampir Rp 15 triliun. Yang sudah terbangun 456 km, sisanya 220 km lagi akan kita selesaikan secara bertahap," ujar Ketut melalui keterangan tertulis kepada redaksi, Jumat (28/7).

Ketut menambahkan pembangunan jalan Pansela di Jawa Timur ini selain didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga menggunakan dana dari IDB. Saat ini pihaknya tengah menunggu kucuran dana IDB senilai Rp2 triliun.

"Untuk tahap pertama sudah cair Rp200 miliar, saat ini kami tengah tunggu fase kedua Rp2 triliun. Kalau dananya tersedia, penyelesaian pembangunan akan cepat," tandasnya.

Jalan Pantai Selatan di Provinsi Jawa Timur tersebut menghubungkan 8 (delapan) kabupaten mulai dari Pacitan (87 km), Trenggalek (75,7 km), Tulungagung (55,1 km), Blitar (64,2 km), Malang (137 km), Lumajang (64,5 km), Jember (83,5 km) hingga Banyuwangi (106 km).

Disamping terus mengejar penyelesaian jalur Pansela, Kementerian PUPR juga terus berupaya meningkatkan kapasitas jalan di jalur Lintas Selatan terutama di beberapa titik yang sering terjadi kemacetan, terutama di Underpass Nagreg, sehingga perlu dicarikan solusi yang tepat untuk memecah kemacetan dengan dibuat jalan alternatif baru pada saat musim puncak mudik Lebaran dan liburan akhir tahun.

Jalan alternatif yang akan ditingkatkan adalah Cirebon-Kuningan-Ciamis termasuk Ciawi-Cikijing sepanjang 95,7 km dengan perkiraan nilai Rp 62,27 miliar dan Jalan Lingkar Timur Waduk Jatigede menuju Sumedang dan Bandung sepanjang 17,1 km dengan perkiraan anggaran Rp 395 miliar.

Untuk mengatasi kemacetan di jalur Nagreg, Kementerian PUPR juga akan menyiapkan jalur alternatif lain seperti jalur Limbangan-Gentong yang berada di lintas tengah Jawa Barat (Jabar) sepanjang 11 km. Untuk jalur alternatif lain adalah terutama di jalur Krukut, Purwokerto, Patakan hingga Temanggung juga akan disiapkan rencananya lebih matang. Program pelebaran jalan akan dimulai pelaksanaannya pada tahun 2018.[san/***]

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya