Berita

Susi Pudjiastuti/Net

Politik

Atasi Kelangkaan, Menteri Susi Setujui Impor Garam Konsumsi

JUMAT, 28 JULI 2017 | 09:34 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Kelautan dan Peri­kanan Susi Pudjiastuti beren­cana membuka impor garam konsumsi untuk mengatasi kelangkaan. Namun sayang, belum ditentukan kapan waktu impor akan dilakukan. Sementara, ke­langkaan dan harga telah mem­buat pelaku usaha kecil dan ibu rumah tangga menjerit.

Susi mengaku tidak keberatan dengan impor garam. Menurut­nya, dirinya akan meminta PT Garam (Persero) melakukan impor garam guna memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

"Selama belum ada panen, nanti kami akan minta PT Garam untuk impor. Tapi untuk yang garam industri, itu urusan Kementerian Perdagangan," kata Susi di Jakarta, kemarin.


Namun demikian, Susi be­lum bisa memastikan kapan im­por akan dilakukan dan berapa kuotanya. Menurutnya, kuota impor garam masih dalam per­hitungan oleh Dirjen Pengelo­laan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Brah­mantya Poerwadi.

Susi menerangkan, kuo­ta impor akan dilihat dari penghitungan yang dilakukan pihaknya bersama kemente­rian lain terkait. Jika produksi dalam negeri banyak, maka jumlah impor akan sedikit. Sebaliknya, jika panen minim, kuota impor akan diperbesar. "Rencana impor garam akan didatangkan dari Australia dan India," paparnya.

Susi menyebutkan kebutu­han garam konsumsi di da­lam negeri saat ini mencapai 2,7 juta ton. Sementara itu produksi di dalam negeri masih di bawah jumlah tersebut. Susi mengungkapkan, untuk melindungi petani garam dari dampak impor, pihaknya akan mengelurkan aturan masa waktu impor boleh dilakukan dan tidak.

Seperti diketahui, harga garam di seluruh Indonesia mengalami kenaikan cukup signifikan, hingga 400 persen. Hal ini terjadi karena komoditas tersebut langka akibat minimnya jumlah produksi dan ketidakaku­ratan pemerintah menghitung kuota impor. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya