Berita

Susaningtyas Kertopati/Net

Pertahanan

Nuning Setuju Indonesia Punya Sukhoi 35 Dan Kapal Selam Kilo

JUMAT, 28 JULI 2017 | 01:23 WIB | LAPORAN:

. Pengamat militer Susaningtyas Kertopati setuju dengan rencana pembelian dua jenis alat utama sistem persenjataan (alutsista) pesawat tempur Sukhoi 35 dan kapal selam Kelas Kilo asal Rusia.

Kata Nuning, sapaan Susaningtyas, dengan memiliki Sukhoi 35, ketahanan negara akan lebih terjamin.

"TNI AU akan mampu mengawasi ruang udara dan wilayah yang ada di bawahnya mulai dari ZEE," ujar mantan anggota Komisi I DPR itu, Kamis (27/7).


Soal kapal selam Kilo, Nuning menjelaskan, juga penting untuk pertahanan negara.

"Perlu TNI AL membeli anti-kapal selam untuk sistem anti-kapal selam juga untuk menghadapi kapal selam lawan. Kapal selam yang kita miliki saat ini (Kelas 209) dan kapal selam yang akan kita beli (Kelas Kilo) dapat digunakan untuk melawan kapal permukaan lawan dan peluncuran rudal strategik bawah air," jelas doktor intelijen ini.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu beberapa hari lalu mengaku sedang melakukan negosiasi dengan pihak Pemerintah Rusia agar TNI bisa memiliki pesawat Sukhoi-35. Selain itu, pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan para menteri yang terkait di dalam negeri. Karena itu, pembelian tersebut tidak bisa dilakukan buru-buru.

"Itu (beli) Sukhoi bukan seperti beli kacang goreng yang langsung makan. Kita pesan, tanya dulu dengan Menko (Menko Polhukam Wiranto), kita koordinasi, setelah itu baru mengajukan ke Presiden," kata Ryamizard.

Tujuan dari negosiasi itu, kata Ryamizard, agar Indonesia bisa mendapatkan 11 unit Sukhoi 35 dari rencana awal sebanyak 8 unit. Selain itu, pihaknya juga ingin agar harga yang dipakai adalah harga dasar. "Enggak mau saya yang dulu-dulu," tegasnya.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebelumnya mengeluhkan pembelian pesawat Sukhoi 35 yang belum terwujud. Gatot berharap Komisi I DPR dan Menteri Pertahanan segera membahas pembelian Sukhoi 35 dan kapal selam Kelas Kilo milik Rusia agar TNI bisa memiliki alutsista modern. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya