Berita

Rizal Ramli/net

Bisnis

IMF Lebih Tepat Disebut Dewa Amputasi, Begini Cara Rizal Ramli Selamatkan IPTN

KAMIS, 27 JULI 2017 | 20:25 WIB | LAPORAN:

Pasca krisis ekonomi 1998, International Monetary Fund (IMF) meminta Indonesia agar menutup Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) karena dianggap sumber pemborosan (high-cost). Indonesia kala itu ditekan lewat Letters of Intent.

Hal itu disampaikan pakar ekonomi Rizal Ramli melalui akun twitter pribadinya @Ramlirizal beberapa saat lalu, Kamis (27/7).

Namun demikian hal itu mampu dibantah oleh Rizal Ramli. Tepatnya tahun 2000, mantan menteri koordinator bidang perekonomian era presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu mampu menyelamatkan IPTN dengan cara reorganisasi atau mengganti direksi. Selain itu Rizal juga melakukan restrukturasi utang dan mengganti nama IPTN menjadi PT Dirgantara Indonesia (DI).


Rizal, kala itu juga mendorong PT DI untuk menjadi pemasok untuk perusahaan Boeing dan Airbus. Walaupun banyak calon dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan IPTN, Rizal memilih Yusman Syafii Djamal jadi Direkutur Utama PT DI. Menurut Rizal Yusman merupakan alumni atau anak forum tujuh tiga (fortuga) Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Tadinya IPTN rugi ratusan milyar bisa untung belasan milyar dalam 2 tahu," kicau Rizal Ramli.

Sejak tahun 2000, Rizal mampu merubah paradigma IPTN dari an aircraft industry menjadi PT DI yang lebih sadar cost (a competitive industry). Namun sayangnya, Yusman SD diganti oleh Menteri BUMN saat itu, Laksamana Sukardi. Imbasnya, pengganti yang ditunjuk Sukardi tidak dikenal oleh bos-bos Boeing dan Airbus.

"PT DI tidak dapat kerjaan parts selama 2 tahun, kembali merugi. Yang disalahkan karyawan dan ratusan engineers di pecat. Akibatnya, PT DI di demo terus menerus.

"Rizal Ramli diminta dukung demo-demo tersebut, pidato di demo dan jadi saksi akhli untuk karyawan PHK di pengadilan negeri Bandung. Hakim setuju bahwa karyawan tidak salah," kata Rizal.

Saat itu pengadilan memutuskan untuk memenangkan karyawan PT DI untuk dapat pesangon. Akhirnya banyak kemudian yang bekerja di Boeing, Airbus, Spanyol dan Brazil.

Dalam berbagai kesempatan dan tulisan, bahkan sejak tahun 1997, Rizal kerap mengingatkan pemerintah agar jangan ikut saran IMF. Sebab IMF menurut mantan kepala Bulog itu bukan Dewa Penyelamat.

"IMF bukan dewa penyelamat, lebih tepat disebut Dewa Amputasi yang sangat mahal biayanya dan ditanggung rakyat Indonesia," demikian kicau Rizal.[san]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya