Berita

Foto/Net

Bisnis

Jokowi Utamakan Negeri Sakura Garap KA Jakarta-Surabaya

KAMIS, 27 JULI 2017 | 09:28 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Presiden Jokowi menjanjikan mengutamakan Jepang untuk menggarap proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya dan Pelabuhan Patimban. Hal ini tersebut disampaikan Jokowi saat menerima kunjungan Presi­den Japan International Co­operation Agency (JICA) Shinichi Kitaoka di Istana, Jakarta kemarin.

"Tadi Presiden sudah oke preferensinya Jepang," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimul­jono usai mendampingi Jokowi dalam pertemuan dengan Presiden JICA.

Menurut Basuki, Presiden Jokowi ingin rencana pem­bangunan proyek tersebut bisa dipercepat. Makanya, dalam kesempatan itu, be­kas Gubernur DKI Jakarta tersebut juga meminta ke­pada seluruh jajarannya untuk bekerja cepat.


Selain kedua proyek tersebut, Basuki mengung­kapkan, Presiden menawar­kan JICA untuk terlibat dalam pembangunan jalan Tol Trans Sumatera.

Pembicaraan lainnya, lanjut Basuki, Presiden meminta JICA membiayai proyek irigasi, sanitasi, air bersih, dan pembangkit listrik.

Selain Basuki, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung juga ikut menemani Presiden Jokowi dalam per­temuan tersebut. Sementara itu, Kitaoka ditemani Duta Besar Jepang untuk Indone­sia Masafumi Ishii, Director General JICA untuk Asia Pasifik Yasushi Tanaka, Kepala perwakilan Kantor JICA di Indonesia Naomi Ando, Wakil Sekretaris Utama Kantor Presiden JICA Tokyo Ego Azukiza­wa dan Perwakilan Senior untuk Kantor Perwakilan JICA Indonesia Shingo Tatematsu.

Sri Mulyani menambah­kan, Presiden menawarkan Jepang proyek air bersih karena negeri Sakura terse­but memiliki banyak keahlian di bidang teknologi pengelolaan air. Bahkan, Jepang juga memiliki be­berapa pengalaman pem­bangunan daerah-daerah kecil karena mereka juga negara kepulauan.

Sementara itu untuk tol Trans Sumatera, lanjutnya, proyek tersebut masih memerlukan investasi cukup besar sehingga tidak bisa dibiayai dari satu sumber saja.

"Itu kan panjang sekali dari utara ke selatan sehingga butuh banyak pen­danaan," terangnya.

Sri Mulyani menilai, respons JICA cukup baik. Mereka menyatakan ingin mempelajari semua penawaran. Namun, ada se­jumlah requirement yang mereka minta seperti penjaminan dan besaran suku bunga.

"JICA memiliki dua policy loan yaitu tight di mana lebih murah dengan suku bunga hampir 0 persen, jangka waktu pan­jang sekali, namun harus menggunakan supplier atau komponen mereka. Kalau untight policy, itu lebih bebas karena bisa pakai kontraktor atau supplier mana pun tapi suku bunganya relatif lebih tinggi sekitar 0,25-0,6 persen," ucapnya.

Presiden JICA Shinichi Kitaoka mengungkapkan, bahwa kunjungannya ini merupakan yang pertama ke Indonesia sebagai Presi­den JICA.

"Saya telah berada di negara ini lima enam kali di masa lalu. Setiap kali saya datang saya terkejut mengetahui perkembangan­nya, pesatnya pertumbu­han ekonomi Indonesia," katanya.

Kitaoka memandang proyek yang ditawarkan Presiden Jokowi cukup bagus karena menyangkut peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah. ***

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya