Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Politisi Malaysia: Tolak Permintaan Seksual Suami Adalah Penyalahgunaan Emosional

RABU, 26 JULI 2017 | 20:02 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Anggota parlemen Malaysia ini menjadi sorotan setelah mengeluarkan komentar kontroversial.

Ia adalah Che Mohamad Zulkifly Jusoh, seorang anggota parlemen Malaysia dari Partai Barisan Nasional.

Awal pekan ini, dalam sebuah debat soal amandemen aturan kekerasan dalam rumah tangga, ia menyebut bahwa jika wanita menolak permintaan suaminya untuk melakukan hubungan seksual, maka ia telah melakukan penyalahgunaan secara emosional dan psikologis kepada suaminya tersebut.


"Kendati pria dikatakan secara psikologis lebih kuat daripada wanita, ada beberapa kasus di mana istri melukai suaminya dengan cara yang ekstrim," sebutnya pada saat itu.

"Biasanya, ini melibatkan istri yang memaki suami mereka, ini adalah pelecehan emosional. Mereka menghina suami mereka dan menolak kebutuhan seksualnya. Semua ini adalah jenis pelecehan psikologis dan emosional," katanya.

Komentarnya itu adalah untuk menyanggah pernyataan aktivis wanita, Marina Mahatir yang menyebut bahwa wanita memiliki hak untuk mengatakan tidak pada seks.

Komentarnya itu segera menjadi sorotan para aktivis serta masyarakat umum di sosial media yang menyebut bahwa hal tersebut tidaklah masuk akal dan melukai hak wanita. Demikian seperti dikabarkan Russia Today. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya