Berita

Ganja/Net

Dunia

Ganja Sintetis Renggut Delapan Nyawa Di Auckland

RABU, 26 JULI 2017 | 19:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Serangkaian kasus kematian terjadi di Selandia Baru beberapa waktu terakhir terkait dengan kemunculan ganja sintetis.

Bahan simulasi ganja atau juga yang dikenal dengan nama cannabinoid sintetis dikembangkan lebih dari 20 tahun yang lalu di Amerika Serikat untuk pengujian hewan sebagai bagian dari program penelitian otak.

Namun dalam dekade terakhir ini, ganja sintetis banyak tersedia untuk umum.


Ganja sintetis pernah secara singkat legal di Selandia Baru namun kemudian resmi dilarang pada tahun 2014.

Obat-obatan tersebut mengandung tanaman kering yang disemprotkan dengan obat-obatan sintetis. Hasilnya, obat-obatan tersebut bisa memicu munculnya efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh ganja, namun lebih kuat dan lebih berbahaya.

Beberapa waktu terakhir di Selandia Baru tercatat telah ada delapan orang tewas akibat ganja sintetis tersebut. Namun jumlah korban tewas bisa jadi lebih besar karena dikhawatirkan ada kasus yang tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi.

Keseluruhan kasus kematian akibat ganja sintetis terjadi di Auckland.

Awal bulan ini, polisi Auckland telah mengeluarkan peringatan di Facebook soal bahaya penggunaan ganja sintets.

"Kami sangat khawatir orang-orang tidak mengetahui betapa berbahaya dan beracunnya barang tersebut," kata kepolisian Selandia Baru seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya