Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Rencana Mogok Pekerja JICT Ganggu Iklim Investasi Indonesia

RABU, 26 JULI 2017 | 18:32 WIB | LAPORAN:

Rencana mogok kerja karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT) tanggal 3-10 Agustus 2017 mendatang dirasa akan merugikan para pekerjanya sendiri.

Ketua Asosiasi Logostik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki Nugrahawan Hanafi mengaku akan memakai jasa perusahaan lain.

"JICT hanya salah satu pintu gerbang Indonesia, menyikapi (rencana mogok ) itu kami sudah berkoordinasi dengan shippingline untuk memindahkan ke pelabuhan lain,” ujarnya dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi (Rabu, 26/7).


Memang, kata Yukki, nantinya akan ada penumpukan, namun hal itu tidak menjadi masalah lantaran tidak ada pilihan lain.

Serikat Pekerja JICT telah memberikan surat kepada JICT tentang rencana mogok kerja tanggal 3-10 Agustus 2017. Mogok tersebut bukanlah upaya yang pertama kali dilakukan karyawan JICT. Sebelumnya juga muncul rencana mogok pada tanggal 9 Mei 2017. Namun hal tersebut dibatalkan setelah ada kesepakatan antara Direksi dan Serikat Pekerja JICT.

Salah satu faktor penyebab mogok tersebut karena bonus yang diterima karyawan pada tahun 2016 menurun sebesar 42,5 persen dibandingkan bonus pada tahun 2015. Penurunan tersebut terjadi karena PBT (Profit Before Tax) JICT menurun dari 66.335.734 USD pada tahun 2015 menjadi 44.198.502 USD pada tahun 2016.

Yukki melanjutkan, mogok kerja di pelabuhan itu juga bisa berdampak terganggunya iklim investasi di Indonesia.

"Mogok memang hak pekerja tetapi sebaiknya pelayanan tetap jalan,” imbuhnya.

Menurut Yukki, apabila pelayanan tetap jalan shippingline dapat tetap masuk dan bongkar muat di JICT. Hal tersebut akan membuat para pelaku industri menjadi lebih tenang dan yakin terhadap kondisi di Indonesia.

"Pekerja pelabuhan yang mogok tidak hanya berdampak pada operator semata. Tetapi karena satu pelabuhan berhenti beroperasi sementara maka diperlukan koordinasi dari berbagai shipping line untuk mengalihkan pelayanan selama masa mogok. Hal tersebut yang berpotensi menimbulkan nuansa ketidakpastian bagi shippingline dan pelaku logistik tidak hanya dari eskportir tetapi juga importir. Ujungnya mengganggu pertumbuhan ekonomi nasional," urainya.

"Apabila mogok terjadi, sebenarnya JICT dan pekerja sendiri akan mengalami kerugian karena tidak melayani shippingline."

Yukki menjelaskan, ada beberapa pelabuhan lain yang masih terus beroperasi di Priok sehingga tetap ada alternatif lain. Lagian, permasalahan yang menjadi penyebab mogok bukanlah permasalahan lama dan sudah dipahami oleh banyak orang. Bahkan menurutnya Menteri Perhubungan, Otoritas Pelabuhan juga sudah memberikan perhatian serius terhadap permasalahan mogok pekerja.

"Sebaiknya permasalahan ini dijauhkan dari kepentingan politik,” tutup Yukki. [sam]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya