Berita

Foto/Net

Bisnis

Banyak Perusahaan Terancam Gulung Tikar

Garam Langka, Produksi Terganggu
RABU, 26 JULI 2017 | 10:38 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pelaku usaha garam beryo­dium mulai banyak yang gulung tikar alias bangkrut akibat ke­langkaan pasokan dan mahalnya harga garam. Pengusaha meminta pemerintah segera men­gendalikan pasokan garam.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Pengguna Garam In­donesia (AIPGI) Cucu Sutara menyatakan, kondisi pasokan garam saat ini sudah makin menipis. Perusahaan yang mem­butuhkan pasokan garam dengan jumlah besar saat ini sudah mulai kalang kabut mencari garam.

Bahkan, banyak perusahaan yang sudah mulai mengurangi produksi dan terancam bangkrut. "Akibat tidak ada stok garam sekarang khusus perusahaan yang bergerak bidang garam produksi mulai pada kolaps," ujarnya di Jakarta, kemarin.


Menurut dia, garam sebagai kebutuhan mendasar maka den­gan kelangkaan ini akan ber­dampak sistemik. Efeknya akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di mana-mana. "Pu­luhan ribu orang yang bergan­tung terhadap produsen garam akan menganggur," ujar dia.

Menurut Cucu, tingginya ke­butuhan belum bisa diimbangi oleh produksi dalam negeri yang baru mencapai 1,8 juta ton per tahun. Sementara total kebutu­han garam baik untuk konsumsi dan industri mencapai 4,3 juta ton per tahun.

Cucu berharap, pemerintah ber­laku bijak dengan cara sesegera mungkin mengatasi masalah ke­langkaan pasokan garam ini. Jika memang perlu impor, pemerintah sebaiknya tidak malu untuk melakukannya.

"Kalau pemerintah tidak segera mengambil diskresi akan terjadi kaos. Masa pemerintah mengurusi garam saja enggak mampu. Impor ini adalah keter­paksaan," ujarnya.

Ia menyebut, ketiadaan garam di pasaran bisa mengancam kesehatan warga Indonesia.

Apabila kondisi ini dibiarkan akan menyebabkan gagalnya program kesehatan yang di­canangkan pemerintah yakni Universal Salt Iodization. Salah satu program gizi yang me­nambahkan zat gizi yodium dalam garam secara massal, baik untuk garam konsumsi ataupun industri.

Ketua Umum AIPGI Tony Tanduk mengkritik, kebijakan pemerintah yang memperketat aturan impor garam. Akibat­nya, industri dalam negeri yang mengandalkan garam untuk bahan baku menjadi terpuruk, karena tidak ada jaminan dan kepastian.

"Pemerintah harus menunjuk­kan keseriusan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku garam untuk industri dalam negeri. Untuk membangun industri dan investasi perlu jaminan bahan baku, untuk bangun ekonomi perlu kestabilan harga," ungkap dia.

Menurutnya, kebijakan pemerintah melakukan pengetatan im­por garam industri dinilai berpo­tensi mengganggu ekspor industri pengguna garam yang mencapai 28,2 miliar dolar AS per tahun. Tentu ini akan berdampak pada ekspor pemerintah.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Garam Muhammad Tau­fik meminta pemerintah untuk mengambil sikap. Sebab, sejak anomali cuaca yang terjadi pada tahun lalu sontak mempengaruhi jumlah dan stok garam. ***

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Jauhkan Anasir Politik dari Persidangan Roy Suryo Cs

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:18

Legislator PDIP Soroti Prinsip Gotong Royong Koperasi Buntut Meninggalnya Dua Calon Manajer KDMP

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12

Saham Teknologi Seret Nasdaq dan S&P 500

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:03

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Emas Jatuh 3,3 Persen, Investor Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:46

DAX Tertekan Anjloknya Rheinmetall, Bursa Eropa Bergerak Mixed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:30

Jejak Karir Listyo Sigit Diungkap dalam Buku 'Sang Arsitek Presisi Polri'

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:28

Misteri Rp250 Juta KDM, Taufik Hidayat Sudah Ditangkap, Eh ... Hadiahnya Malah Buron

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:00

Merayakan Hari Pelaut sebagai Sandera

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:55

Tanpa Nurani

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:33

Selengkapnya