Berita

Politik

Mahasiwa KPU Harus Punya Pola Pikir Inovatif-Strategis-Taktis

RABU, 26 JULI 2017 | 01:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Mahasiswa program S2 tata kelola pemilu yang berisi pegawai Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu memiliki pola pikir yang inovatif, strategis dan taktis dalam mengelola pemilihan umum.

Demikian disampaikan Ketua KPU RI Arief Budiman dalam kegiatan Workshop Evaluasi Modul Tata Kelola Pemilu Tahun 2017 yang digelar oleh KPU RI di Bali, Selasa (25/7).

"Pola pikir ini yang perlu ditanamkan betul bagi mahasiswa kita agar punya pemikiran inovatif, taktis dan strategis untuk mengelola pemilu. Bukan hanya hal-hal yang bersifat umum, tetapi juga mengenai hal-hal yang detil juga,” kata Arief.


Ia mengungkapkan, beberapa mata ajaran yang tertuang dalam modul pengajaran oleh 10 perguruan tinggi mitra KPU telah berhasil menginspirasi mahasiswa program tersebut untuk berpikir inovatif.

Karenanya, Arief menuturkan, forum evaluasi itu menjadi momen yang tepat untuk merumuskan target-target lain yang hendak dicapai oleh KPU bagi pegawainya yang mendalami tata kelola pemilu. Mengingat praktek pemilu yang makin berkembang, dan adanya perubahan UU yang mengatur pemilu.

"Beberapa mata ajaran program ini sudah menginspirasi mahasiswa untuk membuat inovasi-inovasi baru pada manajemen pemilu, misalnya bagaimana mengelola logistik pemilu yang sudah tidak dipakai lagi dengan baik,” tutur Arief.

"Itulah mengapa program ini perlu kita evaluasi, targetnya mahasiswa kita, para staf KPU generasi yang akan datang harus memahami hal penting apa. Supaya perkembangan praktek pemilu di lapangan bisa diantisipasi dan pelaksanaan pemilu bisa dikelola dengan baik. Meningat UU pemilu sudah berubah,” lanjut dia.

Dengan pola itu, Arief berharap penyelenggaraan pemilu di Indonesia bisa diselenggarakan berdasarkan dimensi keilmuan yang strategis, bukan lagi berdasarkan pengalaman menyelenggarakan pemilu dari waktu ke waktu semata.

"KPU ingin penyelenggaraan pemilu di Indonesia pada saatnya nanti tidak hanya diselenggarakan berdasarkan pengalaman, tidak hanya dilaksanakan berdasarkan tukar cerita sesama kawan penyelenggara pemilu. Tetapi betul-betul diselenggarakan dengan basic keilmuan,” tandasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya