Berita

Setya Novanto/net

Hukum

Mantan PNS Kemendagri Ini Dicecar Terkait Hubungannya Dengan Setya Novanto

SELASA, 25 JULI 2017 | 13:39 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periksa mantan PNS Ditjen Dukcapil Kemendagri, Josep Sumartono sebagai saksi Setya Novanto dalam perkara korupsi e-KTP, Selasa (25/7).

Josep diperiksa untuk mendalami kucuran dana e-KTP yang mengalir kesejumlah pihak.

Saat bersaksi dipersidangan terdakwa Irman dan Sugiharto, Josep mengaku pernah diperintahkan Sugiharto untuk mengambil uang dari Vidi Gunawan, adik Andi Agustinus atau Andi Narogong. Andi merupakan pengusaha pemenang tender proyek e-KTP yang juga tersangka dalam kasus ini.


Saat diperiksa penyidik KPK, Josep mengaku ditanyai terkait hubungannya dengan Setya Novanto.

"Pertanyaannya ngulang. Satu pertanyaan kenal gak sama Setya Novanto, nggak kenal. Setahu saya setelah diperiksa dia adalah ketua DPR, dulu gak tahu," kata Josep kepada wartawan usai jalani pemeriksaan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (25/7).

Josep pernah dititipkan uang sebesar US 500 ribu dollar oleh Vidi. Penyerahan uang dilakukan di Mal Cibubur Junction, Jakarta Timur.

Ia juga pernah beberapa kali memenuhi permintaan Sugiharto mengambil uang korupsi e-KTP. Dia mengambil uang US 400 ribu dolar di Holland Bakery, Kampung Melayu, US 200 ribu dolar di Pom Bensin Bangka Raya, USD400 ribu di Pom Bensin Auri Pancoran.

Selain itu, ia juga menerima sejumlah uang yang tidak diketahui besarannya dari Paulus Sutanto di Menara BCA. Uang US 500 ribu dolar diterima dari Yohanes Marlin, dan US 100 ribu dolar dari Anang Sugiana Sudihardjo lewat Achmad Fauzi.

Namun Josep menegaskan ia hanya bertugas mengambil uang-uang tersebut. Tidak pernah terlibat dalam pembagian uang ke sejumlah pihak. Ia juga mengaku hanya mengenal Vidi dari Sugiharto.

"Bukan saya yang bagi, yang bagi itu Pak Sugiharto. Saya hanya disuruh saja tidak ada apa-apanya. Gak ada salah," tegasnya kepada wartawan.[san]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya