Berita

Nazaruddin/net

Hukum

Aset Yang Disita KPK Masih Dikuasai Oleh Nazaruddin

SENIN, 24 JULI 2017 | 19:30 WIB | LAPORAN:

Penanganan asset milik narapidana kasus Wisma Atlet yang juga mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Nazaruddin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) dinilai janggal.

Penilaian itu disampaikan oleh mantan anak buah Nazaruddin di perusahaan Permai Group, Yulianis dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Pansus KPK di Ruang KK 1, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (24/7).

"Aset yang diumumkan oleh KPK mencapai Rp550 miliar (disita). Kenyataannya aset tersebut tidak mencapai Rp550 miliar," kata Yulianis.


Diungkapkannya bahwa sebagian besar asset masih dikuasai oleh Nazaruddin saat ini. Sebagian katanya bahkan diagunkan ke Bank untuk mendapatkan pinjaman, ada yang sengaja dipindahtangankan, ada juga yang disewakan ke pihak ketiga.

"Jadi harta yang menurut KPK sudah dirampas, tapi pada kenyataannya masih dalam penguasaan Nazaruddin. Contohnya, gedung Tower Permai awalnya namanya Muhajid Nurhasyim, adenya Nazaruddin. Karyawannya Nazarudin. Itu Sukmawati itu teman saya," tegas Yulianis.

Kemudian, lanjut Yulianis, sebidang tanah di Duren Tiga, Jakarta Timur. Tanah yang awalnya atas nama adik Nazaruddin Muhajid Nurhasyim, sengaja dipindahtangankan memjadi milik Michael, temannya Nazaruddin.

Yulianis juga menejelaskan soal bangunan di ruko Bekasi atas nama PT SAT, itu menurut dia dalam posisi sita. Namun bisa mendapatkan agunan sebesar Rp 4 miliar.
"Jadi KPK bilangnya bisa disita, tapi kok bisa keluar pinjaman 4 miliar," ungkapnya.

Tak hanya itu, Yulianis membeberkan adanya  bangunan di Riau, atas nama M Nasir, berubah menjadi Mariski Matondang dan kemudian berubah menjadi Nazir Rahmat. Bangunan iti kemudian diagunkan ke Bank untuk pembelian truk ke bank Bukopin sebanyak 17 unit.

"Tapi itu juga tidak disita oleh KPK," demikian Yulianis.[san]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya