Berita

Kolonel Wu Qian/Al Jazeera

Dunia

China Tuntut India Tarik Tentara Dari Wilayah Sengketa Di Himalaya

SENIN, 24 JULI 2017 | 15:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

China menuntut India menarik tentaranya dari wilayah yang disengketakan di Himalaya.

Menurut pemerintah India, ada sekitar 300 tentara dari kedua sisi saling berhadapan sekitar 150 meter di dataran tinggi Doklam, sebuah daerah di Himalaya yang juga diklaim oleh sekutu India Bhutan.

Ketegangan dimulai pada bulan Juni ketika tentara China mulai membangun sebuah jalan ke dataran tinggi menuju perbatasan India.


Bhutan mencari bantuan dari India, yang mengirim pasukan menyeberangi perbatasan dari negara bagian Sikkim di timur laut.

Mengamati hal tersebut, awal pekan ini, Kolonel Wu Qian, Juru Bicara Kementerian Pertahanan China mengatakan bahwa India tidak boleh meremehkan tekad Beijing untuk melindungi wilayahnya yang berdaulat di dataran tinggi Doklam.

"Penentuan dan tekad China untuk melindungi keamanan nasional dan kedaulatan tidak tergoyahkan," tegas Wu seperti dimuat Al Jazeera.

"Inilah keinginan untuk mengingatkan India, jangan memaksakan keberuntungan dan berpegang pada fantasi apapun," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj pekan lalu mengatakan bahwa masalah tersebut memiliki implikasi keamanan yang serius.

"Jika China secara sepihak mengubah status quo dari tri-junction, ini menjadi masalah keamanan bagi India," kata Swaraj di parlemen pekan lalu. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya