Berita

Sudirman Said/Net

Wawancara

WAWANCARA

Sudirman Said: Lahan Reklamasi Yang Sudah Dibangun Tidak Boleh Mubazir Dan Harus Bermanfaat

SENIN, 24 JULI 2017 | 10:13 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bekas pembantu Presiden Jokowi ini mengungkapkan, hingga kini tim sinkronisasi Anies-Sandi belum memutus­kan akan dimanfaatkan untuk apa lahan hasil reklamasi Teluk Jakarta ke depannya. Soal kon­sistensi sikap terkait proyek re­klamasi, Anies-Sandi tetap pada pendiriannya yakni menghentikan proyek tersebut. Kepada Rakyat Merdeka, Sudirman Said memaparkan proses pembahasan proyek reklamasi Teluk Jakarta di internal tim sinkronisasi Anies-Sandi. Selain itu, Sudirman Said juga bicara soal rencana dia maju sebagai calon gubernur Jawa Tengah. Berikut pernyataan lengkap Sudirman Said;

Hingga kini di internal tim sinkronisasi Anies-Sandi apakahsudah ada pemba­hasan lanjutan terkait proyek reklamasi Teluk Jakarta?
Sebelum Pak Anies dan Pak Sandi kampanye dan bilang reklamasi Teluk Jakarta itu tidak dilanjutkan itu kan berarti sudah ada kajian dari berbagai aspek. Dari aspek pengelolaan lingkungan, komersial hingga tata kelolanya. Dan beliau-beliau menyimpulkan bahwa dari ha­sil kajiannya ada dampaknya bagi tata kelola maupun dari lingkungannya, jika proyek reklamasi itu dilanjutkan maka akan timbul banyak masalah. Makanya beliau bertekad untuk tidak meneruskan, dan sikap itu konsisten sampai sekarang.

Lantas apa saja yang sudah dilakukan tim sinkronisasi da­lam proses pengkajian itu?

Lantas apa saja yang sudah dilakukan tim sinkronisasi da­lam proses pengkajian itu?
Saat ini tim sinkronisasi se­dang mencari informasi seban­yak mungkin, mengkaji untuk mencari solusi atas apa-apa yang sudah dibangun di lahan reklamasi itu. Jadi kalau yang sudah dibangun itu tidak boleh mubazir dan harus memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Itu saja yang sedang dikerjakan mengenai reklamasi. Mungkin minggu depan saya akan bertemu dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Kelautan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jadi situasinya seperti itulah saat ini.

Kemarin dikabarkan bahwa proyek reklamasi di pulau C dan D masih terus dilanjut­kan, apa tanggapan Anda?
Ya Pak Anies dan Pak Sandi kan baru dilantik nanti bulan Oktober mendatang dan kita juga tidak mau masuk terlalu teknis. Nanti setelah beliau di­lantik mungkin ada kebijakan dan keputusan yang akan diam­bil secara resmi.

Beberapa menteri di pemerintah pusat masih bersikeras untuk melanjutkan reklamasi dengan berbagai alasannya, lalu bagaimana strategi Tim Sinkronisasi menghadapi per­bedaan pendapat seperti itu?

Saya rasa itu tidak bisa dika­takan sikap pemerintah pusat ya. Kan di antara kementerian pun ada yang masih berbeda penda­pat, jadi (sikap untuk menerus­kan proyek reklamasi Teluk Jakarta) itu tidak bisa dikatakan sebagai sikap pemerintah pusat. Itu sikap orang per orang yang harus menyamakan persepsi. Bahkan Pak Anies juga suatu ketika harus duduk bersama dengan kementerian terkait, kalau memang itu ada di tangan presiden, maka akan duduk bersama juga dengan presi­den. Karena bagaimana pun ini adalah isu nasional yang harus diselesaikan. Karena sampai saat ini kita belum menyimpulkan apakah ini sikap pemerintah pusat atau hanya sikap dari satu dua pejabat.

Tapi menurut Anda apakah reklamasi ini layak untuk di­lanjutkan?
Ya begini, kalau dari public policy itu kan harus dilihat dari manfaat mudharat kan. Satu harus dilihat itu sendiri, kedua mengurus pemerintahan itu menurut saya bukan hanya mengandalkan kecepatan dalam mengambil keputusan, namun juga tata kelola, kehati-hatian, dan ketaatan pada regulasi. Namanya urusan publik bukan urusan pribadi sehingga harus memperhatikan beberapa faktor tersebut. Jadi saya memandang­nya reklamasi harus dilihat dari sektor itu, lalu apa yang akan dilakukan setelah Gubernur dan Wakil Gubernur dilantik, maka nanti baru akan bisa kita jelaskan rincinya.

Oh ya bagaimana kelanjutan dari adanya dukungan partai beberapa bulan lalu untuk maju ke Pilgub Jawa Tengah?
Ya ini bisa berhubungan den­gan Tim Sinkronisasi yang se­dang saya jalani. Dengan masuk ke tim ini saya bisa belajar dan memahami bagaimana regulasi pemerintah daerah, bagaimana tugas Gubernur itu apa saja, tu­gas SKPD apa saja. Itu menjadi kesempatan bagi saya bagaima­na suatu pemerintahan daerah dikelola. ***

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya