Berita

Yenny Wahid/net

Pertahanan

Putri Gus Dur: Radikalisme Tak Akan Hilang Jika Masyarakat Miskin Masih Banyak

MINGGU, 23 JULI 2017 | 04:07 WIB | LAPORAN:

Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid menjelaskan tingkat radikalisme di Indonesia masuk kedalam tingkat mengkhawatirkan.

Yenny menegaskan dalam upaya menghilangkan radikalisme, pemerintah juga harus menuntaskan persoalan kesenjangan dan kemanusiaan.

"Ketika masih ada korupsi yang dilakukan pejabat-pejabat negara, ketika masyarakat miskin masih banyak, ini mudah sekali jadi ladang subur persemaian gagasan-gagasan radikalisme, karena ada orang-orang yang mengatakan bahwa solusi dari ini semua adalah khilafah. Jadi kita semua harus berjuang agar nilai-nilai Pancasila bisa diamalkan," tegas Yenny saat diskusi bertajuk "Radikalisme di Timur Tengah dan Pengaruhnya di Indonesia" di auditorium badan PPSDM Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Sabtu (22/7).


Yenny menjelaskan pihak yang paling besar bakal melakukan tindakan teror yakni laki-laki berusia muda. Menurut Yenny, generasi muda lebih rentan untuk disusupi pemikiran radikal lantaran masih masuk dalam fase mencari jati diri atau identitas. Faktor lainnya yakni, banyaknya konten-konten di dunia Internet bermuatan kebencian.

Putri Abdulrahman Wahid itu menambahkan, tingkat kerentanan anak muda tersusup pemikiran radikal bukan saja di Indonesia. Remaja di dunia juga menjadi sasaran, bedanya, di negara barat remaja memilih untuk melakukan tindakan kriminal, di Indonesia bisa direkrut ke dalam kelompok teror.[san]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya