Berita

Politik

Pentingnya Kehadiran Mendagri dan Menkopolhukam Di Jambore Garda Nasional

SABTU, 22 JULI 2017 | 02:22 WIB | LAPORAN:

Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) akan menggelar "Jambore Nasional Garda NKRI" pada 23 hingga 30 Juli 2017 di Bogor, Jawa Barat.

Hal ini sebagai langkah nyata dalam membangun kesadaran kolektif dalam konteks deradikalisasi di kalangan mahasiswa.

Selain itu, maraknya gerakan radikalisme dan terorisme yang akhir-akhir ini membuat suasana di Tanah Air mencekam, tentu sangat diperlukan langkah cepat Pemerintah untuk mengantisipasi gerakan radikalisme dan terorisme yang dapat mengancam keamanan, kenyamanan, dan kebhinekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Jambore Nasional Garda NKRI merupakan salah satu bagian mahasiswa dan pemuda dalam mengantisipasi gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme. Pasalnya, pemuda dan mahasiswa merupakan aset bangsa.

Oleh karena itu, diperlukan peran serta pemerintah dalam hal ini Mendagri Tjahjo Kumolo dan Menko Polhukam Wiranto untuk hadir serta ikut andil dalam menanamkan pemahaman tentang kebhinekaan dan kepancasilaan yang harus dipegang teguh sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Jambore Nasional Garda NKRI dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari seluruh kampus negeri dan swasta se-Indonesia," kata Ketua Presidium Kamerad, Haris Pertama saat jumpa pers di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (21/7/2017),

Menurut Haris, Kesadaran kolektif yang harus dibangun adalah penguatan pemahaman tentang kebhinekaan dan kepancasilaan.

"Ini adalah gerakan yang baik, peran serta mahasiswa dalam melihat kondisi bangsa hari ini. Maka perlu peran dan dukungan seluruh kabinet kerja Presiden Joko Widodo," ungkapnya.

Dia melanjutkan, acara Jambore ini akan dihadiri oleh para aktivis kampus dari 125 kampus se-Indonesia yang berjumlah 250 orang

"Agenda ini akan diakhiri dengan pembentukan garda NKRI yang berguna untuk menjaga kemajemukan dan kebhinekaan," pungkasnya. [ian]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya