Berita

Herman Khaeraon/Net

Politik

Lonjakan Harga Justru Mencekik Petani Garam

SABTU, 22 JULI 2017 | 00:51 WIB | LAPORAN:

Melonjaknya harga garam sampai Rp 4.000 per kilogram dalam beberapa hari terakhir dianggap tidak berdampak positif pada para petani garam. Sebaliknya, kenaikan tersebut malah membuat para nelayan tercekik.

"Tentu, dengan kenaikan yang terlalu tinggi di pasar, tidak ada pengaruh bagi petani. Sebab, mereka tidak sedang produksi. Perbaikan tata niaga dan keberpihakan kepada petani garam harus dilakukan pemerintah,” ucap Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron kepada wartawan, Jumat (21/7).

Menurut Herman, UU 7/2016 telah mengamanatkan kepada pemerintah untuk melindungi petani garam. Sebab, para petani garam adalah pihak yang paling rentan oleh permainan para tengkulak.


Kembali ke soal kenaikan harga, Herman menyatakan hal tersebut akan sangat memberatkan nelayan. Kenaikan tersebut membuat biaya produksi nelayan untuk membuat ikan asin, teri, pindang, dan yang lainnya akan semakin mahal. Karena itu, Herman berharap pemerintah segera bergerak untuk mengatasi kenaikan ini.

Kebutuhan garam untuk dalam negeri cukup banyak. Totalnya sekitar 4,2 juta ton per tahun. Rinciannya, sebanyak 1,7 juta ton untuk kebutuhan konsumsi dan 2,5 juta ton untuk kebutuhan industri.

Kata Herman, garam sebenarnya komoditas yang stabil di pasar. “Namun, dengan curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini, membuat bahan baku garam kurang,” terang politisi Demokrat ini.

Untuk meningkatkan produksi garam, lanjut Herman, pemerintah sudah melaksanakan beberapa kebijakan. Di antaranya, program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR), pembangunan gudang garam ber-SNI, dan akses permodalan bagi usaha petambak garam.

Namun, produksi garam nasional masih menemui banyak kendala. Antara lain faktor cuaca yang banyak hujan, sarana dan prasana yang kurang memadai, dan teknologi yang masih terbatas alias konvensional. Kemudian, masih banyaknya impor garam yang merembes ke pasar sehingga memukul harga garam lokal,

Ditambahkan Herman, garam nasional juga memiliki banyak kelemahan. Di antaranya, mengandung kadar air yang tinggi, kadar NaCl belum aksimal, tingkat kebersihan rendah, dan harganya mahal karena produksinya yang tak banyak.

“Mahalnya produksi garam dalam negeri karena skala usaha terlalu kecil dengan rata-rata lahan pengusahaan. Selain itu, banyak lokasi produksi garam yang tak ideal. Lokasinya terletak di daerah dengan curah hujan tinggi, tingkat kelembapannya tinggi, dekat muara sungai yang mengakibatkan tingkat kadar garam lautnya rendah dan kotor, banyak lokasi produksi yang jauh dari pusat distribusi logistik, serta teknologi yang digunakan sudah ketinggalan zaman,” tandasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya