Berita

Jokowi dan Gatot Nurmantyo/net

Politik

PDIP Peringatkan Gatot Nurmantyo Tunggu Pensiun Kalau Mau Berpolitik

JUMAT, 21 JULI 2017 | 15:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Anggota Komisi III Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu mengingatkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk fokus melaksanakan tugas.

Sebagai panglima, ia menjelaskan, Gatot diberikan tugas untuk menjaga pertahanan negara dari segala ancaman. Alhasil, sambungnya, Panglima tak bisa bekerja atau beraktivitas di luar kewenangan tersebut.

“Panglima harus fokus, tidak usah berpolitik,” kata Masinton kepada wartawan, Jumat (20/7).


Pernyataan Masinton terkait dugaan aktivitas politik yang belakangan dilakukan Gatot. Hal ini diduga terkait ambisi Gatot yang ingin ikut dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Belakangan, nama Gatot mulai disandingkan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Menurut Masinton, Panglima harus menahan ambisi politik. Apalagi, ia melanjutkan, masa pensiun Gatot sekadar hitungan bulan.

“Kalau mau berpolitik, tunggu pensiun. Jika sudah pensiun, (berpolitik) itu menjadi hak sebagai warga negara. Tapi sekarang masih Panglima,” kata Masinton.

Masinton mengatakan, aktivitas politik Panglima akan menjadi preseden bagi matra TNI, termasuk anggota militer aktif lainnya.

“Jangan ulangi masa Orde Baru,” ujar Masinton.

Seperti diketahui, meski masih berstatus Panglima TNI, Gatot menghadiri sejumlah kegiatan yang bernuansa politik. Pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di Balikpapan, 22 Mei kemarin, misalnya, Gatot membacakan puisi berjudul "Tapi Bukan Kamu Punya" karya Denny JA.

Selain ke partai politik, safari politik Gatot juga menyasar organisasi masyarakat (ormas), seperti kunjungan panglima TNI di Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dalam acara halal bihalal pada Kamis 20 Juli 2017.

Preseden ini yang ditengarai membuat Presiden Joko Widodo geram, termasuk keputusan Panglima menghentikan kerja sama pertahanan secara sepihak dengan Australia. Presiden diduga sempat memanggil Gatot.[san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya