Berita

Foto; RM

Politik

"Papa Minta Saham" Langsung Divonis, Kok e-KTP Tunggu Inkracht?

KAMIS, 20 JULI 2017 | 03:15 WIB | LAPORAN:

Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) berencana melaporkan Ketua DPR RI Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD DPR RI). Pelaporan dilakukan lantaran Ketua Umum Golkar itu sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan KTP berbasis elektronik (e-KTP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Rencana kami ke depan ada road show, pertama kepada Dewan Kehormatan, karena di dalam AD/ART terbaru sebetulnya hal-hal seperti ini adalah domainnya. Karena menyangkut persoalan etik dan melanggar AD/ART dan seterusnya. Kebetulan juga Dewan Kehormatan merupakan satu-satunya yang sampai saat ini belum memberikan dukungan ke Novanto," jelas Ketua GMPG, Ahmad Doli Kurnia dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (19/7).

Pelaporan tersebut akan dilakukan setelah sebelumnya melakukan konsolidasi internal dengan Dewan Kehormatan Partai Golkar. Setelah ke Dewan Kehormatan Partai Golkar, Doli bersama pemuda Golkar lainnya juga akan ke Mahkamah Partai Golkar.


"Karena memang dalam undang-undang yang baru tentang Parpol sekarang kalau ada perselisihan di internal partai maka diselesaikan terlebih dahulu ke Mahkamah Partai," jelasnya.

Doli juga menegaskan bahwa pihaknya juga akan melaporkan Setya Novanto ke MKD DPR RI. Tak hanya melaporkan Novanto, pihaknya juga meminta mahkamah etik anggota dewan itu untuk berlaku adil dan tidak tebang pilih.

"Kita ke MKD untuk melaporkan Novanto karena ada tebang pilih soal ini. Pada saat kasus Papa Minta Saham, beliau dinyatakan melakukan pelanggaran-pelanggaran berat pada saat itu oleh MKD. Tapi kok ini sudah dinyatakan sebagai tersangka jawabannya nunggu inkracht. Ini ada inkonsistensi. Dulu Papa Minta Saham aja belum terbukti di pengadilan tapi sudah divonis melakukan pelanggaran berat. Sekarang sudah dinyatakan tersangka kok nunggu inkracht," sesalnya. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya