Berita

Muhadjir Effendy/Net

Politik

DPR: Program Menteri Muhadjir Bangun Tradisi Pendidikan yang Baik

KAMIS, 20 JULI 2017 | 01:55 WIB | LAPORAN:

Kalangan dewan mengapresiasi program yang telah digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di bawah kepemimpinan Muhadjir Effendy. Program yang digagas melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 75/2016 tersebut dirasa mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber-sumber belajar di sekitar sekolah.

Salah satunya yakni soal pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah yang bersifat edukatif dan tak ada kegiatan yang bersifat perpeloncoan atau kekerasan.

"Hari pertama masuk sekolah. Nenek dan ibunya pun ikut bersekolah. Tradisi yang baik," kata Anggota Komisi X DPR dari fraksi Hanura Dadang Rudiana dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Rabu (19/7).


Dengan adanya tradisi itu, lanjut dia, pihak sekolah telah memberikan akes kepada masyarakat terutama kepada masyarakat yang tak mampu. "Setiap sekolah harus memberikan akses kepada masyarakat tidak mampu, sekarang-kurangnya 20 prosen," jelas Dadang.

Dia mengatakan, pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa-siswi SD, SMP, SMK/SMK tahun ajaran 2017/2018 ini benar-benar disosialisasikan dengan baik oleh Kemendikbud.

Belum lagi, katanya, pendidikan karakter di Madrasah Diniyah yang sempat membuat sebagiakan masyarakat khawatir, karena beranggapan dengan program Kemendikbud soal lima hari sekolah dan delapan jam sekolah bakal membuat berat para peserta didik.

"Tak terganggu (Mendikbud sudah menjamin itu) dengan adanya lima hari belajar."

Seperti diketahui pada tahun ajaran 2017 ini Kemdikbud mengambil tema "Kita Indonesia Kita Berkarakter Sejah hari pertama sekolah". Tema ini sesuai dengan program pendidikan karakter yang menjadi perhatian khusus pemerintah. [sam]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya