Berita

Pak Harto/Net

Politik

Walau Pernah Dipenjara Orde Baru, Tapi Pikiran Rizal Ramli Diapresiasi Pak Harto

RABU, 19 JULI 2017 | 22:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rizal Ramli pernah mendekam di penjara selama 1,5 tahun di era Orde Baru. Gara-garanya, Rizal Ramli muda dan teman-teman mahasiswanya di tahun 1978 menentang kebijakan Orde Baru yang memperlebar kesenjangan dan memperdalam jurang kemiskinan.

Keluar dari penjara Sukamiskin di Bandung, tak membuat Rizal Ramli jera. Sikap tegasnya terhadap kebijakan pemerintah yang menyimpang dari cita-cita kemerdekaan membuat Rizal Ramli diakui sebagai tokoh oposisi terkemuka di era 1990an.

Menjadi oposisi dan kritikus kebijakan pembangunan bukan persoalan yang mudah, karena dituntut untuk tetap objektif dan menyandarkan analisa pada fakta.


Sikap kritis itu harus, tetapi tidak boleh asal apalagi emosional.

Begitu antara lain ditulis Rizal Ramli di halaman Facebook miliknya, beberapa saat lalu (Rabu petang, 19/7).

Rizal Ramli melanjutkan, sikap kritis yang tegas dan objektif serta tidak ngasal itu, membuat Pak Harto menaruh perhatian khusus pada pikiran-pikirannya dan hasil kajian Econit yang didirikannya.

Tak jarang Pak Harto menggunakan hasil kajian Econit sebagai bahan untuk menguji kebijakan yang diambilnya.

“Zaman Soeharto, 1978, RR dipenjara 1,5 tahun, jadi oposisi terkemuka tahun 1990an. Pak Harto ternyata baca Econit papers dan sering menggunakannya sebagai second opinion, karena faktual dan ada solusi,” ujar Rizal Ramli.

Beberapa jam sebelumnya, masih di halaman yang sama, Rizal Ramli memuji komitmen Presiden Joko Widodo membangun infrastruktur di luar Pulau Jawa.

Menurut Rizal Ramli, komitmen itu patut diacungkan jempol.

“Karena ketimpangan Jawa vs Luar Jawa sangat besar, dan sebelumnya sangat diabaikan,” ujar Rizal Ramli lagi.

Diakui bahwa dampak ekonomi dari pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa itu tidak setinggi di Jawa. Tapi, sambung mantan menteri bertangan dingin ini, hal itu dibutuhkan untuk memperkuat NKRI.

“Bravo untuk Jokowi,” ujarnya lagi.

Pada bagian akhir, Rizal Ramli menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur di Pulau Jawa perlu pembiayaan non-APBN.

Kelihatannya, status terakhir yang ditulis Rizal Ramli, yang menceritakan “hubungan spesial” dirinya dengan Pak Harto, dimaksudkan untuk menjelaskan status sebelumnya, yang memuji komitmen pembangunan infrastruktur di luar Jawa yang dilakukan Jokowi.

Di sisi lain, Rizal Ramli kelihatannya juga ingin mengajak semua pihak untuk mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. Bila ini dilakukan, baik kelompok penguasa maupun kelompok oposisi tentu tidak akan mengumbar pernyataan yang tidak berdasar, apalagi hanya untuk kepentingan kelompok semata. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya