Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Jokowi Ajak Para Bupati Menangkan Persaingan

RABU, 19 JULI 2017 | 14:04 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden RI Joko Widodo mengingatkan para bupati seluruh Indonesia bahwa untuk memenangkan persaingan dunia yang berubah sangat cepat saat ini, tidak cukup hanya mengandalkan pada dua hal, yaitu lebih efisien dan lebih produktif.

"Itu dulu. Sekarang kalau saudara-saudara memiliki kabupaten yang produktif dan efisien saja, itu tidak cukup untuk memenangkan persaingan, untuk memenangkan kompetisi, tidak cukup. Butuh lebih dari itu," kata Jokowi saapaan akrab Kepala Negara saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Nasional X Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan APKASI Otonomi Expo 2017, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (19/7).

Menurutnya, sekarang ini kalau ingin memenangkan kompetisi, ingin memenangkan persaingan negara maupun daerah harus punya tiga hal yang sangat penting, yaitu inovasi-inovasi dalam segala hal yang terus-menerus, SDM-SDM yang harus disiapkan oleh daerah, dan enterpreneurship.


"Tiga hal inilah yang menjadi kewajiban kita bersama; pemerintah pusat, pembela daerah untuk menyiapkan. Agar apa? Sekali lagi, kita memenangkan persaingan," ujar Jokowi.

Ditekankanya, bahwa perubahan sekarang ini sangat cepat sekali dan tidak bisa dibendung. Oleh sebab itu, daerah perlu menyiapkan inkubator-inkubator kecil-kecil, siapkan untuk menyongsong ini. Ia mengambil contoh soal perizinan yang cepat, jangan lagi berbicara masalah bagaimana menyiapkan perizinan yang cepat.

"Itu sudah tidak kita bicarakan lagi harusnya. Itu sudah wajib sudah harus ada. Kalau kita masih berbicara izin cepat, izin, itu sudah harus di semua daerah. Jangan berbicara lagi memberikan izin sampai berbulan-bulan, apa lagi ada yang tahun. Bicara kita sekarang hari atau jam," ungkapnya.

Karena itu, Jokowi menitipkan pesan kepada semuanya, baik itu bupati, wakil bupati, kepala dinas, dan semuanya, jangan sekali-sekali kita terjebak pada rutinitas yang itu-itu saja. "Jangan kita terjebak pada hal yang monoton itu-itu saja. Jangan terjebak kita pada hal yang linier yang tidak berani melakukan terobosan-terobosan untuk sebuah perubahan, kalau tidak kita ditinggal," tuturnya.

Ia meminta agar saat pulang dari Jakarta ini, para peserta Rakernas X APKASI semuanya betul-betul mengeluarkan tenaga dalam untuk perubahan-perubahan agar negara ini lebih baik. Sehingga yang terjadi adalah sebuah lompatan-lompatan,  loncat-loncatan untuk mendahului negara-negara yang lain.

"Kita ini memiliki semuanya, SDM-SDM kita tidak kalah dengan negara-negara lain, tidak. Sumber daya alam kita ini sudah tidak ada yang mengalahkan. Tapi inilah yang sering meninabobokan kita. Inilah yang harus kira ruba," ujar Jokowi.

"Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote kita diberikan kodrat hidup di tengah-tengah alam yang indah, di tengah budaya yang beragam, di tengah sumber daya yang luar biasa. Inilah keunggulan kita. Ini keunggulan kita," sambungnya seperti dikutip dari laman setkab.go.id.

Jokowi menegaskan kepada para bupati seluruh Indonesia, bahwa mereka adalah orang-orang yang sangat menentukan maju tidaknya daerah dan maju tidaknya negara ini. "Saya titip, selama ini panggung kita, terutama panggung politik kita, terlalu banyak didominasi oleh jiwa-jiwa yang kosong, jiwa-jiwa yang kering," imbuhnya.

Jelas dia, kita harus menyadari, bahwa sekarang ini dibutuhkan jiwa-jiwa yang mulia, jiwa-jiwa yang memiliki integritas, kejujuran, memiliki etos kerja yang baik, memiliki moralitas yang baik, memiliki disiplin yang baik, memiliki akal budi yang baik. "Untuk apa? Untuk mengantarkan bangsa, negara yang kita cintai ini, Indonesia maju dan sejahtera," pungkas Jokowi. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya