Berita

Politik

PP KAMMI: Pemerintah Dosa Besar Jika Tidak Bertindak Untuk Al Aqsha

RABU, 19 JULI 2017 | 11:54 WIB | LAPORAN:

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengutuk keras tindakan represif tentara zionis Israel menutup akses menuju Masjid Al Aqsha bagi rakyat Paletina.

Kini umat Islam di Palestina hanya mampu salat di luar gerbang masjid Al Aqsha.

"Apa yang telah dilakukan zionis Israel tidak dapat dibiarkan karena telah menodai masjid suci umat Islam dan melecehkan umat Islam," tegas Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI Kartika Nur Rakhman melalui rilis yang diterima redaksi, siang ini (Rabu, 19/7).


Kartika menekankan, peristiwa memilukan di Masjid Al Aqsha telah menunjukkan kejahatan dan wajah penjajah Israel yang sebenarnya dengan merenggut kemerdekaan rakyat Palesina bahkan untuk beribadah.

Sementara Ahmad Jilul Qurani Farid selaku Bidang Hubungan luar negeri PP KAMMI menambahkan bahwa komitmen Indonesia terhadap Palestina kini benar-benar diuji.

"Dalam kampanyenya Jokowi lantang berkata akan bersama rakyat Palestina, sementara Al Aqsha adalah jantung Palestina. Dan ketika jantung itu diserang sementara pemerintah Indonesia hanya diam saja maka hal tersebut hanyalah omong kosong belaka," kritiknya.

Menurut Amad, sebetulnya banyak langkah strategis yang bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

"Indonesia yang kini ada bersama Turki yang sama-sama negeri dengan mayoritas muslim dalam G20, seharusnya mampu mendorong pemimpin dunia dan berbagai negara untuk mengutuk dan menghentikan penodaan Israel terhadap Al Aqsha," ujar Ahmad.

Dalam waktu dekat jika pemerintah tidak bertindak apapun untuk membantu menyelamatkan Al Aqsha, Kartika menyatakan bahwa KAMMI akan bergerak turun bersama berbagai elemen ke jalan.

"PP KAMMI bersama umat akan turun membela Al Aqsha dan memberikan kontribusi terbaik kami terutama menekan pemerintah agar sesegera mungkin bertindak untuk Al Aqsha, Pemerintah berdosa besar jika tak bertindak untuk Al Aqsha," pungkas Kartika.[wid]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya