Berita

Foto/Net

Bisnis

Investor Kawasan Industri Di Daerah Jangan Direcokin

Supaya Penjualannya Capai Target
RABU, 19 JULI 2017 | 10:18 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta pemer­intah daerah untuk menjaga para investor kawasan industri supaya tidak diganggu oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Hal ini supaya banyak investor ter­tarik menanamkan modalnya di kawasan industri luar Jawa dan penjualnnya

Direktur Jenderal Pengem­bangan Perwilayahan Industri Kemenperin Imam Haryono mengatakan, terus menggenjot pemerataan kawasan industri sampai ke daerah. Dia men­gakui, saat ini paling banyak penyebaran kawasan industri masih banyak di wilayah Jawa.

"Saat ini sudah mulai menye­bar ke luar Jawa," ujarnya di kantor Kementerian Perindus­trian, Jakarta, kemarin.


Namun, dia mengingatkan, ke­pada daerah untuk menjaga inves­tor kawasan industri yang sudah masuk. Menurut dia, para investor harus dibuat nyaman dalam mena­namkan modalnya jangan sampai diganggu oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

"Investor ini kan baru me­nanam. Jangan baru menanam diganggu terus," ujarnya.

Saat ditanya bentuk gangguan­nya, Imam mengungkapkan, banyak investor yang menge­luhkan diganggu oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM). Apalagi, di negaranya mereka tidak pernah diganggu LSM.

Terkait dengan kondisi politik Indonesia yang sering timbul riak-riak, Imam menegaskan tidak mengurangi niat investor untuk menanamkan modalnya di kawasan industri. Apalagi, peringkat Indonesia sudah naik jadi layak investasi.

"Mereka biasanya sudah memperhitungkan kondisinya. Paling buruk itu kan mereka cabut," jelasnya.

Imam menambahkan, inves­tor yang banyak investasi di kawasan industri luar Jawa ada­lah China. Mereka bergerak di pertambangan dan pengolahan. "Mereka mempunyai teknologi dan modal," tuturnya.

Untuk diketahui, Kementerian Perindustrian menargetkan 14 kawasan industri. Yaitu, Bintuni (Papua Barat), Bitung (Sulawesi Utara), Palu (Sulawesi Tengah), Morowali (Sulawesi Tengah), Konawe (Sulawesi Tenggara), dan Buli (Halmahera).

Lalu ada Bantaeng (Sulawesi Selatan), Jorong (Kalimantan Selatan), Batu Licin (Kalimantan Selatan). Kemudian Ketapang (Kalimantan Barat), Landak (Kalimantan Barat), Kuala Tan­jung (Sumatera Utara), Sei Mangke (Sumatera Utara), dan Tanggamus (Lampung).

Ketua Umum Himpunan Ka­wasan Industri (HKI) Sanny Iskandar mengatakan hingga Juni tahun ini, penjualan lahan indus­tri di kawasan industri sekitar Jakarta, yaitu Bekasi, Karawang, Tangerang, dan Bogor, mencapai 110 hektare atau 60 persen dari ca­paian total tahun lalu. "Di semester pertama ini sudah mencapai lebih dari 50 persen. Dengan realisasi ini, outlook 2017 masih dalam keadaan normal," ujarnya.

Pada paruh pertama tahun lalu, penjualan lahan industri hanya mencapai 50 hektare. Rendahnya penjualan pada se­mester I-2016 disebabkan oleh perlambatan ekonomi global dan jebloknya harga komoditas. Penurunan penjualan lahan in­dustri telah terjadi sejak 2015.

Adapun dari sisi harga lahan, dia menyebutkan tidak ada pe­rubahan yang signifikan. Namun ada kecenderungan menurun di sekitar 150-180 dolar AS per meter persegi. ***

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya