Berita

Politik

Rieke Dukung KNASN Demonstrasi Di Istana Negara

SELASA, 18 JULI 2017 | 18:49 WIB | LAPORAN:

Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara (KNASN) akan menggelar demonstrasi di depan Istana Negara, besok (Rabu, 18/7).

Ketua Presidium KNASN, Mariani, mengungkapkan bahwa aksi tersebut untuk meminta Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) segera membuat Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dan bersama-sama DPR RI segera merevisi UU ASN.

"Kami mendukung pemerintah untuk menyertakan DIM tersebut untuk keperluan revisi UU ASN sesuai dengan intruksi Presiden RI," katanya dalam konferensi pers di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/7).


Tak hanya itu, KNASN juga menuntut pemerintah untuk tidak melakukan perekrutan honorer selama pembahasan revisi UU ASN.

"Tidak boleh ada rekrutmen tenaga honorer, tenaga kontrak, pegawai tidak tetap (PTT), dan pengangkatan CPNS baru," imbuhnya.

Yang diminta pihaknya adalah pengangkatan honorer sebagai ASN secara bertahap dengan mempertimbangkan pengabdian serta kemampuan keuangan negara.

"Kami tidak menuntut untuk diangkat sekalian, tapi secara bertahap. Yang penting kita diberikan kepastian," jelasnya.

Hadir juga dalam konferensi pers tersebut adalah Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Hanura, Dadang Rusdiana, dan Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka.

Di situ, Rieke menyesalkan sikap Menpan RB Asman Abnur yang menjadi leading sector tidak hadir memenuhi undangan DPR.

"Dan sampai hari ini para menteri yang ditunjuk dalam Surpres belum menyerahkan DIM Pemerintah," imbuhnya.

Sehubungan dengan aspirasi KNASN yang mewadahi pegawai non PNS berstatus tidak tetap, honorer, kontrak maupun pegawai tetap non PNS berbagai profesi yang datang dari seluruh Indonesia, Rieke memastikan DPR mendukung aksi damai yang akan digelar besok.

"Kami mendesak kepada pemerintah untuk segera menyerahkan DIM dan segera membahas Revisi UU ASN bersama DPR," pungkas Rieke. [ald]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya