Berita

Nusantara

BNPB Akan Terus Dampingi Babel Tanggap Darurat Banjir

SELASA, 18 JULI 2017 | 08:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tanggap darurat banjir di Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung ditetapkan selama 14 hari yaitu 15-28 Juli 2017.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) terus melakukan penanganan darurat banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei menambahkan, BNPB akan mengkoordinasikan potensi nasional untuk membantu pemerintah daerah di Babel.


"Jangan merasa sendirian mengatasi bencana ini. BNPB akan terus mendampingi pemda. BNPB akan bantu Pemda," kata Willem, Selasa (18/7).

BNPB telah menerbangkan dua helikopter ke Babel untuk menjangkau daerah yang sulit diakses pasca bencana banjir. BNPB juga memberikan bantuan dana siap pakai ke BPBD Babel.

"Bantuan logistik juga kita salurkan. Kami akan terus mendampingi pemda disini," ungkap Willem.

Kendala cuaca buruk dapat menghambat penanganan darurat. BMKG diharapkan dapat memberikan informasi cuaca terkini di posko PNPB.

"Bagaimana prediksi ke depan. Jika terjadi hujan dan cuaca buruk bagaimana rencana kontinjensi dan operasinya? Ini harus kita siapkan bersama," tambah Willem.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, hingga saat ini ribuan masyarakat masih mengungsi. Di Belitung Timur terdapat 355 KK atau 3.737 jiwa mengungsi tersebar di 21 titik pengungsian. Jumlah ini dapat bertambah karena belum semua terdata. Jembatan dan jalan yang rusak belum dapat dilalui kendaraan.

Selasa pagi (18/7) hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah di Pulau Belitung. Kondisi demikian menyebabkan penanganan darurat terhambat dan akses menuju lokasi yang terendam banjir juga makin tidak mudah. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya