Berita

Romo Boedi Raden

Nusantara

Gema Cinta Pancasila Terdengar Dari Gereja Di Madiun

SENIN, 17 JULI 2017 | 15:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Perayaan ulang tahun ke-120, yang jatuh pada 28 Juli 2017, dimanfaatkan Gereja Katolik St. Cornelius, Madiun, untuk menggemakan kecintaannya kepada Pancasila.

Dibuatlah lagu khusus untuk menggemakan Pancasila, yang diciptakan Fery Andrika dan Romo Alphonsus Boedi Prasetijo, dengan judul "Duc In Altum" atau "Bertolaklah Ke Tempat Yang Tempat Yang Lebih Dalam". Judul itu juga merupakan tema dari perayaan ulang tahun gereja.

Demikian dijelaskan oleh Romo Boedi Raden, Vicaris Episcopalis (Vikep) Kevikepan Wilayah Madiun, Senin (17/7). Pemilihan tema "Duc In Altum" terkait dengan pernyataan Paus Yohanes Paulus II ketika masih hidup. Tema itu sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana berkembang luas mentalitas yang menguntungkan pribadi tanpa komitmen ketika dunia menghadapi berbagai kesulitan.


Karena itu, Paus Yohanes Paulus II menyatakan bahwa syarat utama untuk "Duc In Altum" adalah memelihara semangat doa yang mendalam tidak hanya bagi diri sendiri tetapi bagi semua bangsa tanpa memandang agamanya.

"Untuk mengatasi berbagai permasalahan yang sekarang terlihat, bangsa Indonesia harus mengawalinya dengan mendekatkan diri kepada Tuhan yang memberikan Pancasila kepada bangsa Indonesia," ujarnya.

Menurut Romo Boedi Raden, adalah kewajiban Gereja Katolik dan umatnya di wilayah kevikepan Madiun, untuk bangkit bersama-sama memelihara dan menjaga nilai-nilai luhur bangsa yang ada dalam Pancasila. Semua yang hidup sekarang adalah pewaris yang bertanggung jawab kepada para pendiri bangsa atas terpelihara dan sekaligus tertanamnya nilai-nilai Pancasila terhadap generasi yang akan datang.

Tidak ada motif lain bagi umat Katolik kecuali mempertahankan Pancasila dan sekaligus mendidik generasi mendatang yang kelak akan memimpin bangsa dan negara Indonesia. Uskup Pribumi Indonesia pertama dan sekaligus Pahlawan Nasional, Mgr Albertus Soegijapranata SJ telah memberi nilai yang harus dilaksanakan oleh umat Katolik Indonesia dalam kaitannya hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Yaitu, umat Katolik Indonesia harus memegang dua nilai utama, yakni 100 persen warga Katolik dan 100 persen warga negara Indonesia.

Prinsip yang mengandung dua nilai itu tidak boleh dipisah-pisahkan dan harus menjadi kekuatan serta alasan bahwa umat Katolik Indonesia harus membela Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia.

"Sehingga adalah kewajiban umat Katolik seluruh Indonesia untuk membela negara," tegas Romo Boedi Raden.

Romo Boedi Raden juga berharap ada lagu cinta kepada Pancasila yang muncul dari umat kepercayaan lain. Dalam konteks ini, pada akhirnya, bangsa Indonesia akan mencintai Pancasila melalui budaya yang bisa dilakukan dengan berbagai versi, termasuk jika ada ungkapan cinta kepada Pancasila dengan menggunakan bahasa daerah. [ald]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya